Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Hari Kedua PPKM Darurat, Warga Luar Masih Ditemukan di Mojokerto

Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati dan Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander saat menyisir warung di sepanjang Jalan Trawas. [Foto: istimewa]

Mojokerto (Beritajatim.com) – Hari ke dua, Minggu (4/7/2021) pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa dan Bali di wilayah Kabupaten Mojokerto, Forkopimda Mojokerto menyisir beberapa lokasi titik penyekatan. Di dua titik penyekatan, tim masih menemukan warga luar daerah yang berada di Kabupaten Mojokerto.

Penyisiran dipimpin langsung Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati yang sekaligus Ketua Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19, Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander dan perwakilan dari Kodim 0815 Mojokerto. Warga dari Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Lamongan dan Pasuruan masih ditemukan di dua titik penyekatan.

“Dari kemarin sampai hari ini, kita sosialisiasi dulu (PPKM darurat). Namun mulai besok, Senin sampai 20 Juli nanti, masyarakat yang melanggar akan tegas kami sanksi. Hari ini di Trawas, masih kami temui warga luar daerah yang datang. Karena di sini juga salah satu lokasi wisata alam. Ini akan jadi koreksi bagi kami, juga bahan evaluasi ke depan,” ungkap Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander.

Sementara itu, Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati mengatakan, masih banyak keluhan khususnya dari pedagang di sepanjang Jalan Trawas yang mengaku mengalami turun omset akibat PPKM darurat. Padahal, uang sewa lahan berjualan masih tetap berjalan. Melihat banyaknya uneg-uneg pedagang, Bupati akan segera melaksanakan koordinasi dengan pihak Perhutani untuk mencari solusi.

“Rata-rata memang mengeluh (pedagang), karena omset turun. Saya sampaikan bahwa PPKM darurat ini tidak bisa dilakukan Pemerintah saja, masyarakat juga harus mendukung agar covid segera terkendali. Beberapa keluhan pedagang kita tampung. Diantaranya beban uang sewa dari lahan jualan, padahal jualan tidak menentu. Kita akan koordinasi dengan Perhutani untuk menemukan solusinya,” katanya.

Guna menekan kerumunan masyarakat, Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto ini kembali menegaskan, bahwa kegiatan makan dan minum di tempat makan tidak diizinkan saat pelaksanaan PPKM Darurat. Bupati juga mempersuasif warga masyarakat Kabupaten Mojokerto, agar berada di rumah saja demi keselamatan bersama.

“Semua kegiatan makan minum di tempat, tidak diizinkan dalam PPKM darurat. Semua harus take away. Dari hasil giat hari ini, masih ada warga luar daerah. Kita tidak tahu risiko apa yang dibawa. Maka dari itu, kami minta masyarakat di rumah saja. Apalagi semua tempat wisata pun sudah kami tutup untuk sementara saat ini,” tambahnya.

Sebelum penyisiran Minggu sore, sehari sebelumnya telah dilakukan apel gelar pasukan yang dilanjutkan Patroli 3 Pilar beserta jajaran. Mulai melakukan penyemprotan cairan disinfektan di wilayah Mojosari, dibarengi dengan sosialisasi terkait PPKM darurat dan imbauan patuh protokol kesehatan melalui alat pengeras suara. [tin]


Apa Reaksi Anda?

Komentar