Politik Pemerintahan

Hari Jadi ke-75 Jatim di Masa Pandemi, Khofifah Pimpin Upacara Virtual Diikuti 5000 Partisipan

Surabaya (beritajatim.com) – Upacara Peringatan Hari Jadi ke-75 Provinsi Jawa Timur, Senin (12/10/2020) yang digelar di Gedung Negara Grahadi Surabaya berlangsung khidmat dan tetap semarak meskipun dilaksanakan dalam suasana pandemi Covid-19.

Dengan menegakkan protokol kesehatan secara ketat, seluruh peserta upacara baik hadir di Grahadi maupun peserta upacara yang ikut secara virtual disiarkan via aplikasi zoom meeting diikuti 5000 partisipan perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) termasuk Kantor Perwakilan Pemprov Jatim di Jakarta, BUMN-BUMD, Serikat Buruh-Pekerja dan UMKM di Jatim, Perguruan Tinggi di Surabaya, unsur elemen masyarakat lain serta kalangan media massa.

Upacara yang diawali dengan masuknya Pataka Lambang Jawa Timur Jer Basuki Mawa Bea dan Penghargaan Republik Indonesia Sang Parasamya Purna Karya Nugraha ke lapangan upacara, dipimpin oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang bertindak selaku Inspektur Upacara.

Peringatan Hari Jadi Ke Provinsi JawaTimur diperingati setiap tanggal 12 Oktober ini diambil momentum cikal bakal dimulainya Pemerintahan Provinsi Jawa Timur oleh Gubernur Jatim. Pertama, Raden Mas Tumenggung (RMT) Ario Soerjo pada tanggal 12 Oktober 1945, Peringatan Hari Jadi tahun 2020 ini Gubernur Khofifah mengusung tema ‘Semangat Nawa Bhakti Satya (NBS) untuk Jawa Timur Maju’.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dalam amanatnya mengatakan, spirit NBS untuk Jatim maju ini tetap harus dijaga dan semangat mewujudkan 9 bhakti untuk Jatim ini tetap harus dilaksanakan meskipun di tengah masa pandemi Covid-19.

“Tema tersebut merupakan sebuah tekad bahwa di tengah pandemi Covid-19 semangat untuk mewujudkan masyarakat Jawa Timur yang terdepan, religius dan sejahtera lahir batin melalui 9 bhakti bagi Jawa Timur tetap senantiasa kita jaga,” pesan Khofifah.

Dia mereview kembali Nawa Bhakti Satya yang meliputi 9 bhakti terutama pada saat suasana wabah pandemi ini, yaitu Jatim Sejahtera. Program ini menitikberatkan pada penanganan bidang sosial ekonomi yang sangat dirasakan oleh masyarakat disaat pandemi ini, Pemprov Jatim bergerak dan mengkoordinasikan penyaluran bantuan sosial yang bersumber dari APBD, termasuk program suplemen BNPT, bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) yang telah mencakup satu juta keluarga terdampak.

Program kesejahteraan ini juga didukung Jatim Satya yang dijabarkan melalui Jatim Puspa, PKH Lansia, Anti Poverty Program dan program lainnya. “Ini sebagai wujud keberpihakan demi menjaga kesejahteraan dan upaya pengentasan kemiskinan sejalan dengan semangat pembangunan yang inklusif,” terangnya.

Tentang Jatim Kerja, lanjut dia, di tengah pandemi ini kontraksi ekonomi Jatim paling ringan di Pulau Jawa, semester pertama 2020 tercatat kenaikan investasi sebesar 59,2 persen dan realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri mencapai 38,44 tertinggi di Pulau Jawa.

Namun, disadari kontraksi ekonomi triwulan kedua ini berpotensi membawa dampak negatif pada tingkat pengangguran, maka Pemprov mengambil upaya berkoordinasi dengan instansi vertikal juga Bank Indonesia dan OJK untuk mendorong program pembiayaan skema Pemulihan Ekonomi Nasional serta melalui Bank Jatim dan Bank UMKM.

“Pemprov Jatim juga mendorong program Dana Bergulir yang sudah disalurkan ke berbagai sektor ekonomi rakyat juga ada Millenial Job Center untuk memacu daya saing UMKM dengan melakukan transformasi digital untuk bertahan di era Normal Baru saat ini sudah ada 2600 talenta baru, 136 klien yang berpartisipasi dan 131 mentor berperan,” ungkapnya.

Melalui Jatim Cerdas dan Sehat, Pemprov berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan dan pendidikan ini fokus pada sumber daya manusia dengan mengedepankan teknologi terkini, inovasi, metode yang menjangkau semua kalangan. “Health and Education for all merupakan komitmen kita bersama,”jelasnya.

Sedangkan Bhakti Jatim Akses, merupakan komitmen untuk membangun infrastruktur akses meliputi transportasi, energi, lingkungan dan permukiman, telekomunikasi dan infrastruktur lain yang menunjang kegiatan ekonomi sosial. “Pembangunan infrastruktur secara proporsional dengan mempertimbangkan SDM dan fokus pada pengurangan disparitas wilayah membawa keunggulan ekonomi,” ujarnya.

Kemudian, Jatim Berkah, menurut Khofifah ialah komitmen bersama untuk mendorong masyarakat yang diberkahi, negara hadir bersama masyarakat untuk menjalankan kehidupan beragama dengan baik. “Kita juga memberikan perhatian kepada pemuka agama dan rumah ibadah serta pendidikan keagamaan yang senantiasa menjadi nafas pembangunan daerah,” tuturnya.

Tentang Bhakti Jatim Agro, menurut dia, pentingnya pembangunan pertanian tidak hanya sekedar sektor ekonomi tetapi wujud kedaulatan pangan. “Sehingga perlu keberpihakan sektor pertanian yang tidak sekedar didasari untung dan rugi atau komersial,” paparnya.

Lalu, Jatim Berdaya bertumpu pada keselarasan pembangunan berkelanjutan yang mencakup seluruh masyarakat tidak ada yang tertinggal seluruh masyarakat diberikan kesempatan untuk berkarya dan mendapatkan kesejahteraan.

Sementara itu, Bhakti Jatim Amanah merupakan pilar dasar Pemprov Jatim yang berintegritas, tidak hanya bebas penyimpangan dalam kinerja dan memberikan pelayanan. Dan, Bhakti Jatim Harmoni yakni komitmen untuk melestarikan alam serta warisan budaya dalam pembangunan karena keharmonisan sosial selalu dapat terpelihara dengan mencintai lingkungan hidup, sportivitas, berbudaya, membangun karakter kemudaan dan perlunya menjaga silaturahmi semuanya. Bagi para undangan yang mengikuti upacara secara virtual, Gubernur dalam amanatnya juga disertai tayangan info grafis. (tok/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar