Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Harga Minyak Goreng Naik, Wawali Surabaya: Awasi Distribusi dan Operasi Pasar!

Wakil wali kota Surabaya, Armuji saat mengunjungi salah satu distributor di kawasan industri SIER, Rabu (1/12/2021).

Surabaya (beritajatim.com) – Pemerintah kota (Pemkot) Surabaya terus berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait kenaikan harga salah satu bahan pokok. Kenaikan harga itu terlihat pada minyak goreng kemasan maupun curah.

Wakil Wali kota Surabaya Armuji mengunjungi salah satu distributor di kawasan industri SIER untuk memastikan stok minyak goreng dan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) didampingi Disperindag serta Direktur Pemasaran SIER.

“Untuk menjamin distribusi lancar kita siapkan skema pengawasan dan operasi pasar di 31 kecamatan dan pengawasan terhadap distributor minyak goreng melalui Disperindag,” kata Armuji usai kunjungi salah satu distributor minyak di SIER, Rabu (1/12/2021).

Cak Ji sapaan akrabnya menyebut kenaikan harga minyak goreng berdampak pada kenaikan sejumlah komoditi lainnya seperti makanan. Selain itu ia juga mendapatkan banyak masukan dari ibu-ibu terkait kenaikan minyak goreng. “Ibu – ibu paling pusing kalau harga minyak goreng naik, memang kondisi global harga bahan baku naik tapi kita harus mengambil langkah cepat,” ungkap Cak Ji.

Cak Ji menegaskan pemkot Surabaya akan mengambil langkah tegas apabila ada pihak – pihak yang mengambil untung dalam kenaikan harga minyak goreng ini. “Kalau ada oknum yang mengambil keuntungan disaat seperti ini, laporkan saja nanti akan langsung kita tindak,” tegas Cak Ji.

Seperti diketahui, kenaikan minyak goreng dipengaruhi kondisi global saat ini, salah satunya sedang ada penurunan kasus pandemi Covid-19 dan cuaca buruk. Hal ini menyebabkan terjadinya pergerakan harga crude palm oil (CPO) CIF Rotterdam per September 2021 mencapai USD 1.235 per ton dibandingkan Agustus USD 1.226 per ton.

Harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng kemasan yang diatur dalam Permendag seharusnya sekitar Rp 11.000 per liter. Namun, dalam beberapa waktu terakhir harga meningkat menjadi Rp 14.000 hingga Rp 19.000 per liter.(asg/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar