Politik Pemerintahan

Hapus Impor Beras, Puan Maharani Imbau IPB Kembangkan Padi Varietas Tinggi

Presiden Joko Widodo dan Puan Maharani saat panen raya di kabupaten Malang

Jakarta (beritajatim.com) – Insitut Pertanian Bogor (IPB) diminta untuk mengembangkan dan menyebarluaskan varietas padi IPB 3S karena hasil produksinya mampu mencapai 12 ton gabah per hektare.

Pengembangan penanaman varietas tersebut akan sangat membantu menaikkan produksi gabah petani, sehingga tidak perlu melakukan impor beras.

Hal ini disampaikan oleh Presiden Joko Widodo saat kunjungannya bersama Ketua DPR RI Puan Maharani ke Desa Kanigoro, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, Jawa Timur untuk meninjau langsung panen raya belum lama ini.

Pada kesempatan itu, para petani berkesempatan untuk menyampaikan aspirasinya secara langsung kepada Puan Maharani terkait perlunya perhatian kepada mereka dalam mengatasi persoalan kelangkaan pupuk nonsubsidi, keterbatasan pupuk subsidi, dan rendahnya harga gabah.

Puan Maharani menekankan perlunya mempercepat proses adaptasi teknologi untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian yang ujungnya bisa meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia.

Puan Maharani juga menyatakan akan memaksimalkan fungsi legislasi, pengawasan, dan anggaran untuk bersinergi dengan pemerintah agar sektor pertanian lebih maju dan petani sejahtera.

“Pertanian adalah urusan hidup-matinya sebuah bangsa. Jangan sampai profesi petani di Indonesia makin ke depan, makin tidak dilirik generasi muda dan akhirnya malah punah,” kata Puan.

Dia mengakui, profesi petani membutuhkan ketekunan, kesabaran, pengetahuan, dan kerja keras sampai akhirnya tiba masa panen. Saat masa panen tiba, maka petani semangatnya bersyukur dan merayakan.

“Kita merayakan hasil kerja keras petani yang bisa membawa kesejahteraan bagi keluarga petani dan menghadirkan pangan bagi banyak orang,” kata Puan.

Melihat hasil panen yang positif ini, Pemerintah optimis bahwa impor beras tidak perlu dilakukan. (ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar