Politik Pemerintahan

Hanura Gugat Perdata KPU Jember dan 7 Caleg Terpilih

Jember (beritajatim.com) – Dewan Pimpinan Cabang Partai Hati Nurani Rakyat Kabupaten Jember, Jawa Timur, melayangkan gugatan perdata terhadap lima komisioner Komisi Pemilihan Umum setempat dan tujuh calon legislator DPRD tingkat kabupaten terpilih di Daerah Pemilihan II pekan depan.

Gugatan ini terkait dengan kesalahan dalam surat suara pemilu 2019. Ariandri Shifa Laksono, calon legislator DPRD Jember nomor urut 5 di Daerah Pemilihan II, tidak tercantum dalam surat suara. Dalam surat suara justru tercantum nama Sugeng Hariyadi, calon legislator yang sudah meninggal dunia dan sudah diusulkan pergantiannya oleh DPC Hanura sebelum penetapan Daftar Calon Tetap (DCT).

Lima komisioner KPU Jember yang digugat adalah Achmad Anis, Habib M. Rohan, Ahmad Hanafi, M. Syai’in, dan Rima Diana Puspita. Sementara tujuh caleg terpilih yang ikut kena gugat terdiri dari dua caleg Partai Nasional Demokrat, dan masing-masing satu caleg Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Gerindra, PDI Perjuangan, Partai Keadilan Sejahtera, dan Partai Persatuan Pembangunan.

Wakil Ketua Bidang Advokasi Hukum dan HAM DPC Hanura Jember Hadi Eko Yuchdi Yuchendi mengatakan, gugatan perdata akan dimasukkan ke Pengadilan Negeri Jember. Sementara untuk urusan pidana pemilu terkait hilangnya hak orang untuk dipilih, dia menyerahkan kepada Badan Pengawas Pemilu Jember. “Kami sudah lapor ke Bawaslu,” katanya, Kamis (9/5/2019) malam.

Hanura menilai ada perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh lima komisioner KPU Jember secara individu dan KPU secara institusi. “Saya menggugat perseorangannya untuk ganti rugi (material dan imaterial),” kata Eko.

Tujuh caleg terpilih di Dapil II juga ikut menuai gugatan, karena mereka diuntungkan dengan produk hukum KPU. “Kami menilai produk legislatif di Dapil II itu cacat hukum yang mengakibatkan batal demi hukum. Kalau batal demi hukum berarti mengarah ke ganti rugi,” kata Eko. [wir/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar