Politik Pemerintahan

Hanindhito Pramono Dorong Inovasi Desa Wisata di Kabupaten Kediri

Kediri (beritajatim.com) – Cabup Kediri Hanidhito Himawan Pramono mendorong lahirnya program inovasi desa wisata di Kabupaten Kediri. Pernyataan tersebut disampaikan saat mengunjung Wisata Sumber Air Plumpungan di Desa Tawang, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri.

“Saya doakan semoga Sumber Plumpung ini menjadi destinasi wisata favorit di Kabupaten Kediri,” kata putra Sekretaris Kabinet Pramono Anung itu, Sabtu (26/9/2020).

Di kawasan Sumber Air Plumpungan Mas Dhito menancapkan namanya dengan menebar benih ikan. Dia juga memborong produk kerajinan dan UMKM warga setempat. Mulai dari bawang goreng, jamu tradisional hingga sepatu kulit.

Tetapi pria 28 tahun itu memberi sedikit catatan untuk Sumber Air Plunpungan. Ialah minimnya akses jalan menuju ke kawasan wisata alam tersebut, serta fasilitas lampu penerangan jalan.

“Daerah wisata harus diimbangi dengan akses jalan dan penerangan jalan. Perlu banyak dibenahi lagi. Termasuk UMKM-nya harus punya izin. Kalau tidak ada izin, nanti bisa diklam, bila sukses,” katanya.

Sumber Air Plumpungan menjadi destinasi wisata baru di Kabupaten Kediri. Belantara seluas 2,5 hektar disulap menjadi kawasan wisata edukasi yang mempesona. Sumber Plumpungan menjadi daerah konservasi dan ekologi beragam tumbuhan dan pohon berusia ratusan tahun dengan ukuran raksasa.

Terpisah, Camat Wates Arif Gunawan mengaku, sebelum 2018 Sumber Air Plumpungan jarang dijamah, karena berupa belantara yang banyak dihuni hewan melata seperti ular. Kemudian Pemerintah Desa Tawang melakukan inovasi dengan menyulapnya menjadi obyek wisata alam.

“Pemerintah Desa Tawang melihat potensi dari Sumber Air Plumpungan. Kemudian membangun kawasan wisata dengan Dana Desa (DD). Tempat tersebut kini dikelola oleh Bumdes,” kata Arif.

Kini Sumber Air Plumpungan telah dilengkapi berbagai fasilitas. Diantaranya, kolam pemancingan, kolam renang, kolam terapi ikan, stand UMKM dan panggung penampilan untuk kesenian Reog.

“Ada berbagai ragam UMKM yang ada di stand. Produk-produk asli Kecamatan Wates dan Desa Tawang. Paling khas adalah jamu tradisional. Sebab, di Desa Tawang ini terdapat kampung jamu tradisional. Dimana, 150 Kepala Keluarga (KK) memproduksi jamu untuk dijual ke pasar-pasar,” jelas Arif.

Lokasi Sumber Air Plumpungan yang berada di jalur menuju obyek wisata Gunung Kelud, hal ini tentunya bisa menjadi tempat singgah yang tepat bagi wisatawan sebelum atau sesudah dari Kelud. Namun, pandemi Covid-19, obyek wisata milik Pemdes Tawang ini masih ditutup untuk umum. [nm/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar