Politik Pemerintahan

Hanindhito Pramono Disambati Petani Sayur

Kediri (beritajatim.com) – Calon Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramono kembali menggelar agenda blusukan. Kali ini, putra Seskab Pramono Anung menemui para petani di Desa Jabon, Kecamatan Banyakan.

Mas Dhito bertemu petani dan pemilik kios pupuk. Dalam dialog tersebut, para petani berkeluh kesah tentang permasalahan yang dihadapi saat pandemi Covid-19. Diantaranya, terkait harga sayuran yang  anjlok di pasaran akibat kebijakan PSBB di ibukota Jakarta. Seperti yang dikeluhkan oleh Ibu Ida.

“Kondisi petani sayur di saat Covid-19 menangis. Kita sudah metik, panen, biaya besar. Tetapi ketika kita bawa ke pasar Grosir Ngronggo, pembeli dari Jakarta tidak datang karena PSBB. Akhirnya hanya untuk pakan ternak,” ucap Ida, Selasa (29/9/2020).

Dalam kondisi terpuruk secara ekonomi, imbuh Ida, petani sayur berharap mendapatkan dana stimulus. Ia mengambil contoh di Nganjuk, petani pemegang Kartu Tani mendapat subsidi sebesar Rp 600 ribu saat pandemi.

“Di Kabupaten Kediri sudah didata. Kok belum pernah dapat. Ini jeritan kami. Tolong disampaikan ke Kementan dan pak Presiden. Kemudian dalam situasi saat ini, apakah mungkin kita dapat pinjaman modal lunak di atas Rp 25 juta tanpa jaminan. Terakhir saya berharap, besok ketika sampean jadi Bupati Kediri, ada program sertifikat gratis untuk petani,” pintanya.

Menjawab pertanyaan petani, Mas Dhito mengatakan, permintaan dana stimulus di tengah pandemi tersebut seyogyanya menjadi tanggung jawab Pemkab Kediri. Tetapi, dirinya akan tetap berupaya untuk memperjuangkan keinginan mereka.

“Saya tidak tahu yang terjadi sekarang. Kalau ada stimulus dari pusat, saya akan bicara dengan Kementan. Kemudian berkaitan sertifikasi tanah, kita akan diskusi dengan BPN. Kalau memungkinkan, akan kami laksanakan,” jelas Mas Dhito.

Masih kata Mas Dhito, berkaitan dengan kesulitan petani karena harga anjlok disaat musim panen. Menurutnya, persoalan tersebut dapat dijawab dengan mengoptimalkan peran pasar sebagai tempat menyerap hasil pertanian.

“Petani sayur tidak laku saat pandemi. Tugas Pemda memfasilitas penjualan sayur tersebut. Pasti ada cara untuk merangsang petani, agar tetap hidup. Kaitannya pasar. Apakah pasar lokasinya sudah ideal? Makanya komunikasi ini yang akan kita rubah. Saya akan bekerja dari bawah. dari pasar-pasar dan desa,” terangnya.

Mas Dhito telah memiliki program khusus bagi petani di Kabupaten Kediri. Program tersebut diberinama Desa Inovasi Tani Organik (DITO). Dimana, Mas Dhito bakal menggalakkan sistem pertanian organik untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

“Kami melakukan pembinaan kepada petani dimulai pembuatan pupuk, masa tanam, produksi, panen hingga pemasaran. Resistensi pupuk organik dimasa akan datang, lama kelamaan penggunaan pupuk kimia akan dikurangi. Maka solusinya adalah menggalakkan sistem pertanian organik,” jelasnya.

Masih kata pria 28 tahun ini, terobosan lainnya adalah mengupgrade peran dua BUMD di Kabupaten Kediri. Dua BUMD yang bakal digenjot adalah Perusahaan Daerah (PD) Canda Bhirawa untuk komoditas pertanian (beras dan jagung) serta PD Margomulyo untuk komunitas hasil perkebunan seperti, sayur dan buah-buahan.

“Tetapi BUMD itu dikuasai segelintir orang dan managemennya kurang baik. Akan saya tata kelola, saya rombak ulang. Saya gunakan tenaga profesional, agar bisa memonetor harga,” tegasnya.

Selain masalah harga hasil panen yang anjlok, keluh kesah lainya tentang persoalan permodalan usaha. Persoalan permodalan ini bukan hanya dirasakan oleh petani saja melainkan juga peternak. Mereka membutuhkan kredit usaha yang lunak sehingga mudah diakses petani dan peternak.

Mas Dhito memaklumi keluh kesah yang dialami oleh para petani di tengah kondisi pandemi sekarang ini. Ada sejumlah solusi yang ditawarkan untuk mengatasi persoalan tersebut. Dirinya bakal mengurangi beban perekonomian mereka.

Bila terpilih dalam Pilbup Kediri 9 Desember 2020, Mas Dhito akan memperhatikan jaminan kesehatan petani. Caranya dengan memberikan bantuan Kartu BPJS Kesehatan secara gratis, jaminan hari tua, jaminan pensiun serta jaminan kecelakaan kepada petani.

“Itu tadi yang akan kita berikan kepada para petani tersebut. Lalu upaya berikutnya berkoordinasi, berkomunikasi dengan pemerintah pusat. Karena ini terjadi, diseluruh daerah tidak hanya di Kabupaten Kediri,” tutupnya. [nm/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar