Politik Pemerintahan

Hanindhito Pramono Blusukan ke Kelompok Peternak Sapi Ngudi Rejeki

Kediri (beritajatim.com) – Calon Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramono blusukan ke kelompok peternak sapi yang tergabung dalam Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) Ngudi Rejeki di Desa Ngadiluwih, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri.

Komunitas peternak yang satu ini telah berhasil mengubah sistem peternakan konvensional menjadi professional, sekaligus menciptakan media pembelajaran diantara peternak.

Dalam dialog dengan para peternak, Hanindhito Pramono menyerap aspirasi mereka. Ada dua keinginan dari peternak yang disampaikan. Pertama adalah penyediaan sarana pengolahan pakan berupa sebuah mesin pencacah chopper. Kedua, kebutuhan permodalan lunak dan jangka panjang.

“Kondisi para peternak saat ini membutuhkan pinjaman lunak atau kredit lunak dalam waktu yang panjang dan alat pemotong rumput serta alat timbang sapi. Kondisi ini membutuh biaya dan dukungan dari Pemkab Kediri,” terang Mas Dhito, sapaan akrabnya, Senin (28/9/2020).

Terpisah, Joni Sri Wasono, ketua SPR Ngudi Rejeki berterima kasih atas kunjungan Mas Dhito. Dirinya mendoakan agar putra Seskab Pramono Anung itu jadi Bupati Kediri.

“Kedepan mudah-mudahan Mas Dhito bisa memimpin Kediri, sehingga akan mensupport dunia peternakan. Saya rasa orangnya supel (mudah bergaul) dan bisa menerima aspirasi dari masyarakat,” kata Joni Sri Wasono, ketua SPR Ngudi Rejeki.

Selain dialog dengan peternak, putra Seskab Pramono Anung itu juga melihat kandang ternak sapi di SPR Ngudi Rejeki. Kemudian dia menyempatkan diri untuk memberi pakan untuk sapi-sapi budidaya. Di kandang ternak ini telah dilengkapi sistem pengolahan limbah kotoran untuk diubah menjadi energy alternative biogas yang ramah lingkungan.

Menurut Joni, SPR Ngudi Rejeki mulai berdiri, sejak 2017 lalu. Bermula dari adanya komunitas peternak sapi yang memiliki satu visi dan misi yang sama, akhirnya diapresiasi oleh Institut Pertanian Bogor (IPB) menjadi kelompok SPR Ngudi Rejeki Mandiri.

“Yang dinaungi oleh SPR Ngudi Rejeki sebanyak 60 peternak. Kemudian saat ini sudah ada tiga SPR di Kabupaten Kediri dan satu SPR di Kabupaten Blitar,” imbuh pria yang sudah menggeluti usaha peternakan sapi selama 20 tahun ini.

Di SPR Ngudi Rejeki memiliki prinsip beternak sapi secara professional sekaligus menjadi sarana edukasi antar sesama peternak. Konsep beternak professional yang dimaksud adalah beternak secara terukur dengan menimbang sapi hasil budidaya. Sehingga dapat diperoleh potensi daging yang dihasilkan secara tepat.

“Dengan menimbang sapi itu ada ukurannya, sehingga tidak beli kucing dalam karung. Tidak pakai satuan jogrokan atau adekan (mengestimasi harga sapi dengan melihat posturnya). Sehingga bisa dibaca potensi perolehan daging. Untuk peternak dan pembeli tidak akan keliru membeli,” tegasnya.

Ditanya syarat bagi masyarakat yang ingin menjadi anggota kelompok peternak SPR Ngudi Rejeki ini, Joni mengaku, cukup mudah. Pertama adalah berasal dari peternak atau punya niat beternak secara militant. Kemudian, mereka harus tergabung dalam koperasi SPR Ngudi Rejeki. Berikutnya, mengikuti pertemuan pembelajaran rutin.

“Konsep Sekolah Peternakan Rakyat ini, sebenarnya masyarakat mempunyai pengalaman empirik selama bertauh-tahun dalam beternak, kemudian pengalaman itu dibagi. Sehingga kemampuan teknis di bidang peternakan hanya memiliki porsi 20 persen saja. Lalu, 45 persen adalah merubah pola berfikir menjadi peternak yang professional,” ujarnya.

“Terakhir, sesama peternak harus bersinergi dan berkolaborasi secara berjamaah yang memegan porsi sebesar 35 persen. Melalui komunitas ini, mudah-mudahan peternak semakin pintar dan berdaulat di Negeri sendiri,” katanya mendoakan.

Menjadi wadah pembelajaran beternak, SPR Ngudi Rejeki tidak berdiri sendiri. Selama ini, komunitas ini telah menjalin kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi. Diantaranya, dengan ITB, Kampus Uniska Kediri, kemudian SPR 1111 dan Paguyuban Alumni SMA 1 Kediri (Palmturi) 80.

Sementara itu, di Wilayah Kecamatan Ngadiluwih, Mas Dhito tak hanya mengunjungi kelompok peternak sapi SPR Ngudi Rejeki. Dia juga blusukan ke peternak kambing di Desa Rembang Kepuh dan bertemu dengan komunitas tanaman hias di Desa Dukuh. [nm/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar