Politik Pemerintahan

Hanindhito Pramono Bakal Bubarkan TP3 Kabupaten Kediri

Kediri (beritajatim.com) – Karena kewenangannya dinilai melebihi Bupati, Tim Pertimbangan Percepatan Pembangunan (TP3) Kabupaten Kediri bakal dievakuasi. Demikian pernyataan Hanindhito Himawan Pramono saat menghadiri rakercabsus di kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri, Sabtu (1/8/2020). Putra sulung Sekretaris Kabinet Pramono Anung itu berjanji akan membubarkan TP3 apabila terpilih dalam Pilkada, 9 Desember 2020 mendatang.

“Berkali-kali saya sampaikan. Saya datang kesini tidak punya kepentingan uang, kepentingan jabatan dan lain-lain yang memperkaya diri sendiri, tidak ada. Lalu apa yang saya tawarkan di program utama saya. Yaitu, reformasi birokasi, hal pertama yang saya lakukan adalah pembubarkan TP3. Demi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kediri,” ucap Mas Dhito, panggilan akrab bakal calon Bupati Kediri ini yang disamut applause hadirin.

TP3 mulai ada di pemerintahan Kabupaten Kediri sejak tahun 2010, saat berakhirnya periode pemerintahan Bupati Sutrisno dan digantikan oleh Bupati Hariyanti Sutrisno yang tak lain adalah istrinya. Lembaga yang memiliki tugas dan wewenang sebagai pembantu bupati ini diketuai oleh Sutrisno.

Rakercabsus ini dihadiri oleh puluhan pengurus PAC, DPC serta fraksi PDIP Kabupaten Kediri. Kegiatan tersebut untuk mensosialisasikan pasangan Hanindhito Himawan Pramono dan Dewi Maria Ulfa, sebagai pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Kediri yang resmi diusung oleh PDIP. Mas Dhito memberbakan program utamanya.

“Di sektor pendidikan, ini guru honorer. Pada hari ini gajinya antara Rp 100-200. Seminggu tidak nututi, bahkan sedino entek (sehari habis). Saya sudah matur ke Ketua DPC PDIP dan teman-teman fraksi. Apakah memungkinkan insentif guru honorer,” tambah pria 28 tahun ini.

Program unggulan ketiga tentang pertanian. Sektor ini digeluti oleh mayoritas masyarakat Kabupaten Kediri. “Kemudian sektor pertanian ada program DITO, yaitu membentuk Desa Inovasi Tani Organik. Jadi nanti ada masanya, 80 persen warga Kabupaten Kediri yang bermata pencaharian sebagai pertani, tidak hanya mengandalkan subsidi pupuk. Nanti akan saya berikan pembinaan dan pembekalan bagaimana membuat pupuk organik. Nanti didesa panjenengan, mata pencahrian petani, saya bawa pupuk, beri pembekalan, kita lihat apakah bisa direlaisasikan atau tidak,” ungkapnya.

Masih kata Mas Dhito, program unggulan keempat di bidang kesehatan. Ia menyoroti program BPJS Kesehatan. Menurutnya, kehadiran pemerintah daerah dalam memperjuangkan hak dasar kesehatan masyarakatnya juga optimal. Padahal dari sisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) masih memungkinkan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan itu.

“Di sektor kesehatan, BPJS belum bisa mengcover mastarakat kabupaten, apa yang bisa ditingkatkan? Ialah jamkesda dengan mengambil dari APBD. Dari diskusi saya dengan fraksi di DPRD, mengingat sipa kita Rp 524 milyar, ada sisa lebih anggaran yang besar yang masih bisa dimanfaatkan,” tegasnya.

Adapun program kelima di bidang olahraga. Dirinya melihat bahwa olahraga di Kabupaten Kediri seolah mati suri. Menurutnya, perlu adanya kebijakan strategis dan inovatif dalam menggenjot olahraga. Bila dipercaya masyarakat Kabupaten Kediri untuk memimpin, dirinya bakal membangun sebuah Stadion bertaraf Internasional.

“Di sektor olahraga, menjadi sektor kabupaten kediri mati suri, tidak ada olahraga. Pertama fasilitas harus dibangun, ini yang sedang saya kaji, apakah merenovasi Stadion Canda Bhirawa, atau merelokasi ke Totok Kerot. Kita perlu stadion bertaraf internasional. Maka saya hadir di Kediri, tidak bisa mereliasasikan ini semau, tanpa dukungan panjenengan semua, untuk konsolidasi,” ucapnya.

Program unggulan terakhir adalah upaya untuk merubah paradigma atau komunikasi antara masyarakat, kepala desa dengan bupati. Mas Dhito menganalogikan, masyarakat dan kepala desa, tanpa bupati tetap hidup dan tidak ada masalah. Tetapi bupati tanpa masyarakat, akan mati.

“Lalu apa yang bisa dilakukan? Pendopo Kabupaten akan saya buka 24 jam untuk panjenengan sedoyo (semua). Hari Jumat ada disebut Jumat Ngopi yaitu, ngobrol persoalan kalian solusi. Duduk bareng membicarakan persoalannya apa, dicarikan solusi hari itu juga, agar tidak berlarut-larut menjadi persoalan yang besar,” tutup Dhito.

Terpisah, Budi Kanang Sulistyo, Plt Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri mengatakan, agenda rakercabus kali ini untuk mensosialisasikan Mas Dhito sebagai bakal Calon Bupati Kediri kepada seluruh PAC dan DPC PDIP. “Secara formal DPD, DPP telah menurunkan rekomendasi pasangan Mas Dhito dan Mbak Dewi, sebagai wakilnya. Rekomendasi dalam bentuk pasangan digunakan untuk legalitas kepada KPU, ini resmi,” tegas Mbah Kanang, panggilan akrab Budi Kanang Sulistyo.

Bupati Ngawi itu juga menyinggung tentang adanya pihak tertentu yang melakukan upaya kampanye terhadap bumbung kosong. Menurutnya, tindakan tersebut berasal dari orang yang tidak bertanggung jawab dan tidak menghendaki adanya perubahan di Kabupaten Kediri.

“Kalau ita ingin berubah, jangan berikan nafas dan ruang terhadap bumbung kosong. Yang menggerakkan itu adalah orang tidak bertanggung jawba, ingin tetap berkuasa di Kediri, tanpa ada perubahan,” sebut Mbah Kanang.

Mbah Kanang memastikan, apabila seluruh kader dan simpatisan PDIP Kabupaten Kediri solid untuk mendukung jagonya (Mas Dhito-Mbak Dewi). Bahkan, masih kata Mbah Kanang, kini mayoritas partai politik telah bergabung dan mendukung. [nm/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar