Politik Pemerintahan

Hampir Setahun, Pemenang Membatik di Kabupaten Malang Belum Terima Hadiah

Malang (beritajatim.com) – Pemkab Malang ditengarai ingkar janji soal hadiah Lomba Batik. Pasalnya, lomba batik yang di ikuti para pengrajin batik tulis dengan dijanjikan sejumlah uang sebagai hadiah pemenang lomba, hingga kini belum dibayar atau diterima pemenang lomba tersebut.

Hal itu disampaikan oleh pengrajin batik tulis Wong Ngantang yang saat itu dinyatakan sebagai juara 2 pada lomba batik di acara HUT Kabupaten Malang tahun lalu.

“sudah hampir setahun kami belum mendapat kabar apapun terkait raihan juara kami, lalu untuk apa kami juara,” jelas Heru Taufan, owner batik Wong Malang.

“Sungguh ironi, disaat kementerian giat melakukan assesment kepada para pengrajin batik, Pemkab Malang malah melakukan hal yang mengecewakan kepada para oengrajin,” tambah ndra, Ketua Divisi Bidang UMKM dan Ekonomi Kreatif dari LSM ProDesa, yang getol melakukan pendampingan dan pembinaan kepada penggiat UMKM dan Ekonomi Kreatif di wilayah Malang Raya, Jumat (27/7/2019).

Menurut Indra, penyelenggara kegiatan kala itu adalah Dinas Koperasi dan UMKM. Pihaknya juga sudah mencoba menghubungi pihak dinas terkait, akan tetapi mereka berdalih jika mereka hanya sebagai pihak penyelenggara lomba, sedangkan soal hadiah adalah urusan pihak panitia HUT Kabupaten Malang ke 1258.

“Agustus 2019 besok ini sudah satu tahun, padahal hadiah itu sangat berarti bagi pengrajin sebagai bukti keikutsertaan mereka untuk di asessment sebagai pembatik tulis maupun naik grid sebagai asessor (penguji). Saat ini Kabupaten Malang bukan saja memiliki pembatik bersertifikat dan sudah diassesmen tapi juga memiliki SDM sebagai assesor,” tegas Indra, sambil mencontohkan owner Batik Lintang yang menjadi salah satu asessor pada assesment yang dilakukan BeKraf di hotel 101 Malang sejak Rabu (24/7/2019) lalu.

Bukan hanya terkait hadiah lomba, janji akan dilakukan pelatihan pun teringkari. Hal itu disampaikan pengrajin lainnya.

”Hadiah itu salah satu yang buat kami kecewa, beberapa hari lalu pihak disperindag janji akan datang ke kami buat mengadakan pelatihan diakhir bulan ini, kami sudah masak banyak dan prepare buat menyambut, sayang sekali itu hanya angin surga, hingga saat ini tidak ada konfirmasi lagi,” ujar Ika Heru, pengrajin batik tulis remekan Wong Ngantang.

Terpisah, Koordinator Badan Pekerja LSM ProDesa Ahmad Khoesairi, mengatakan bahwa pihaknya sangat menyayangkan hal itu terjadi.

“Ini bisa kami simpulkan bahwa Pemkab Malang selama ini kurang serius dalam membina industri ekonomi kreatif,” pungkasnya. (yog/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar