Politik Pemerintahan

Hampir Separo Peserta Seleksi PPPK Sumenep Tak Penuhi Passing Grade

Sumenep (beritajatim.com) – Sekitar 46 persen peserta tes seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Sumenep, dinyatakan tidak memenuhi ‘passing grade’ atau ambang batas nilai minimal yang ditentukan.

“Dari 970 peserta tes, yang memenuhi ‘passing grade’ sebanyak 54 persen. Tapi itu masih data hitungan manual, belum rekapan resmi,” kata Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sumenep, Titik Suryati, Senin (25/02/2019).

Ia menjelaskan, untuk tes tulis PPPK dengan sistem Computer Assisted Tes (CAT), pihaknya bekerja sama dengan proktor UNBK, sebagai pihak yang bertanggungjawab mengendalikan server. Sedangkan BKPSDM hanya bertugas menyiapkan sarana dan ruang publik.

“Jadi yang merekap nilai secara keseluruhan adalah pihak proktor. Sampai saat ini kami belum menerima rekapan resminya. Tetapi dari hasil hitung manual berdasarkan nilai para peserta yang langsung diketahui setelah ujian, maka yang memenuhi ‘passing grade’ sebanyak 524 orang,” paparnya.

Passing Grade yang ditentukan dalam seleksi tes PPPK tersebut total 80. Untuk nilai tes kompetensi dasar minimal 65, dan tes wawancara 15.

“Bagi seluruh peserta tes, saat mengetahui hasil tesnya memenuhi ‘passing grade’, maka kartu peserta sebaiknya disimpan. Karena kita masih belum tahu kebijakan berikutnya. Kami masih menunggu juknis selanjutnya,” ujar Titik.

Ia melanjutkan, untuk penempatan tenaga PPPK akan disesuaikan dengan kebutuhan yang ada. Untuk tenaga guru, pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan.

“Prinsipnya untuk penempatan adalah dengan melihat kebutuhan sekolah. Sekolah mana yang masih kekurangan guru, dan mana yang kelebihan. Terutama untuk wilayah kepulauan, kami juga melihat sudah berapa tahun di pulau, akan kami geser dengan yang baru-baru,” paparnya.

Jumlah pendaftar Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Sumenep sebanyak 973 orang. Jumlah tersebut di bawah jatah kuota yang ditetapkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), yakni 1.390 orang.

Ada dua formasi dalam rekrutmen P3K tahun 2019, yakni penyuluh pertanian dan eks guru kategori 2 (K2). Dari 973 pendaftar, untuk formasi penyuluh pertanian sebanyak 67 orang dan eks K2 guru 906 orang. Namun tiga diantara pendaftar tersebut dinyatakan tidak lolos seleksi administrasi. (tem/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar