Politik Pemerintahan

Hak Angket Digugat, DPRD Jember Mengaku Semakin Total

Ketua Panitia Angket DPRD Jember Tabroni

Jember (beritajatim.com) – DPRD Jember, Jawa Timur, akan menghadapi sidang gugatan hukum warga negara yang diajukan Slamet Mintoyo, warga Kecamatan Ledokombo, di pengadilan negeri setempat, Senin (16/3/2020).

Namun gugatan terhadap penggunaan hak angket ini membuat DPRD Jember semakin solid. “Terus terang, dengan munculnya gugatan ini, sampai detik ini kami akan total melanjutkan perjuangan ini, kami akan total memperjelas perjuangan ini,” kata Wakil Ketua DPRD Jember Agus Sofyan. Proses hak angket akan dilanjutkan hingga sidang paripurna.

Ketua DPRD Jember Itqon Syauqi mengakui, awalnya gugatan ini sempat memunculkan pertanyaan. “Hak angket berbatas waktu 60 hari kerja. Bagaimana di tengah jalan ada yang menggugat? Apakah 60 hari ini kena pending juga atau terus menggelinding? Setelah kami mendapat masukan dari teman-teman advokat via telepon dan WhatsApp, kami tenang. Ini pendidikan hukum dan politik yang sangat berharga, utamanya untuk pimpinan DPRD Jember,” katanya.

Wakil Ketua Panitia Angket David Handoko Seto mengatakan, ini perjuangan membela rakyat Jember. “Ini sejarah di Indonesia, karena mekanisme yang dilalui runtut, mulai dari interpelasi, angket, dan insya Allah, selepas tanggal 20 Maret akan ada hak menyatakan pendapat,” katanya.

“Panitia angket tidak merasa terganggu dengan adanya gugatan ini. Kami sedang menyelesaikan finishing dari rekomendasi. Maksimal 24 Maret 2020, sidang paripurna digelar. Tapi kalau sudah kami selesaikan dalam beberapa hari ke depan, ya sudah, sebelum 24 Maret kami akan lakukan,” kata Ketua Panitia Angket Tabroni.

Bahan-bahan yang dibutuhkan sudah lengkap. “Dalam dua minggu ini kami finishing dan hasilnya kami sampaikan dalam rapat paripurna,” kata Tabroni.

Tak cukup rekomendasi tertulis, sejumlah temuan akan diserahkan kepada aparat penegak hukum, khususnya temuan dalam pengadaan barang dan jasa. “Itu nanti bagian dari yang akan kami sampaikan dalam rapat paripurna,” kata Tabroni. [wir/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar