Politik Pemerintahan

Hadirkan Dokter Secara Daring, Walikota Kediri Beri Semangat Warga Isolasi Mandiri

Kediri (beritajatim.com) – Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menyapa pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri dan isolasi terpusat melalui live Instagram di akun @abdullah_abe, Jumat (30/7/2021). Selain itu, dalam live ini juga mengundang seorang dokter. Dalam bincang ringan tersebut, pasien Covid-19 membagikan pengalaman saat menjalani isolasi. Bincang ringan ini diharapkan dapat menyemangati warga yang menjalani isolasi dan mengedukasi masyarakat.

“Bagaimana kondisi saat ini? Awal terpapar dulu gejala yang dirasakan seperti apa? Mungkin bisa diceritakan agar teman-teman yang menyaksikan live ini mengerti gambaran kondisinya,” tanya Wali Kota Kediri pada Yoyon dan Titin pasien Covid-19.

Yoyon menceritakan bahwa saat ini kondisinya sudah jauh lebih baik dan menjalani isolasi di Gedung BLK yang dijadikan tepat isolasi terpusat oleh Pemerintah Kota Kediri. Untuk gejala awal yang dirasakan adalah badan meriang, batuk dan pilek.

Hal senada juga diungkapkan Titin yang menjalani isolasi mandiri. Kondisinya saat ini sudah membaik. Dukungan dari tetangga yang diberikan kepada keluarga Titin dan Yoyon diwujudkan dalam bentuk bantuan makanan. Selain itu, bantuan dari pemerintah juga sudah diterima oleh keduanya.

Berdasarkan data kurang lebih ada 1.200 orang yang menjalani isolasi mandiri. Untuk itu, Wali Kota Kediri meminta dr. Afiah Efedra untuk menjelaskan apa saja syarat untuk pasien yang boleh melakukan isolasi mandiri dan kondisi apa yang mengharuskan pasien isolasi mandiri untuk pergi ke rumah sakit.

Dokter Afiah Efedra menjelaskan pasien yang menjalani isolasi mandiri adalah orang tanpa gejala dan orang dengan gejala ringan. Syarat rumah yang boleh untuk isolasi mandiri harus memiliki ventilasi yang baik, kamar tidur dan kamar mandi yang terpisah bagi pasien Covid-19. Selanjutnya pasien isolasi mandiri harus mengukur laju pernafasan dalam satu menit dan kadar oksigen secara berkala.

“Normalnya laju pernafasan dalam satu menit adalah 12 sampai 20 dan kadar oksigen yang diukur dengan oxymeter adalah lebih dari 94 atau 95 persen. Jika laju pernafasan lebih dari 20 kali dan kadar oksigen di bawah 94 persen maka harus segera ke rumah sakit. Lalu pasien isoman juga tidak boleh panik dan harus selalu menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya.

Dalam menangani pandemi Covid-19, Wali Kota Kediri menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Kediri berupaya untuk mengatasi di hulu. Seperti membatasi mobilitas masyarakat dan juga mendisiplinkan penerapan protokol kesehatan.

Apabila di hulu tertangani dengan baik, maka di hilirnya pun dapat terkendali. Di samping itu, upaya percepatan vaksinasi bagi masyarakat juga terus digencarkan oleh Pemerintah Kota Kediri. Kemudian untuk warga yang menjalani isolasi mandiri melapor pada Puskesmas agar mendapatkan pelayanan. Pemerintah Kota Kediri juga memberikan bantuan kepada masyarakat yang menjalani isolasi mandiri.

“Bisa juga telfon di call centre kami melalui whatsapp di 08113787119 atau telpon di (0354) 2894000. Memang layanan ini kita sediakan mulai tahun 2020. Masyarakat bisa bertanya mengenai penanganan Covid-19 agar tidak terkena berita hoax. Kami dari Pemerintah Kota Kediri akan berupaya semaksimal mungkin. Tolong bantu kami agar pandemi ini dapat segera berakhir,” jelasnya. [nm/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar