Politik Pemerintahan

Hadapi New Normal, Wali Kota Mojokerto Bersinergi dengan Ulama Terapkan Protokol Kesehatan

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menerima Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Mojokerto serta pimpinan ormas Islam Kota Mojokerto di Rumah Rakyat, Jalan Hayam Wuruk Kota Mojokerto. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Kondisi new normal sudah diterapkan di Kota Mojokerto, termasuk di dalamnya perihal menjalankan ibadah kepada Tuhan Yang Maha Esa. Wali kota Mojokerto menerima Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Mojokerto serta pimpinan ormas Islam Kota Mojokerto di Rumah Rakyat, Jalan Hayam Wuruk Kota Mojokerto.

Wali kota Mojokerto, Ika Puspitasari menyampaikan, saat ini memang dalam kondisi new normal tetapi masih banyak masyarakat yang memiliki pemahaman yang salah tentang konsep new normal. “Berdasarkan hasil survey yang ada, 60 persen warga Kota Mojokerto beranggapan virus covid-19 sudah tidak ada,” ungkapnya, Selasa (7/7/2020)

Sehingga, lanjut Ning Ita (sapaan akrab, red), masyarakat euforia, bersepeda, bergerombol disembarang tempat tanpa mentaati protokol kesehatan. Seperti tidak bermasker dan tidak berjarak. Ning Ita menambahkan dalam kondisi new normal kegiatan yang sebelumnya ada di masyarakat seperti tahlilan, diba’an, arisan memang sudah diperbolehkan, tetapi tetap harus taat protokol kesehatan.

Namun kesalahan yang umumnya terjadi dalam masyakakat adalah tidak menerapkan protokol kesehatan. Tentang penerapan new normal telah tertuang dalam Perwali Kota Mojokerto Nomor 47 tahun 2020. Di dalam Perwali tersebut sudah dijabarkan tentang SOP yang dilaksanakan oleh masing-masing sektor termasuk di dalamnya tempat ibadah.

“Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Mojokerto akan melakukan sosialisasi hingga minggu ketiga bulan Juli 2020 dan memantau semua tempat ibadah yang ada di Kota Mojokerto, bagi tempat-tempat yang dinilai oleh tim gugus tugas telah menerapkan protokol kesehatan akan mendapatkan sertifikat,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini mengajak para ulama Kota Mojokerto untuk pendukung ikhtiar Pemerintah Kota Mojokerto dalam menanggulangi Covid-19. Salah satunya adalah dengan mensosialisasikan dan menerapkan protokol kesehatan di semua tempat ibadah di Kota Mojokerto.

“Dalem nyuwun tolong kepada para kiai untuk mensosialisasikan perwali kepada seluruh tempat ibadah di Kota Mojokerto, terutama menjelang Idul Adha, bagaimana bisa membatasi jumlah jamaah di suatu tempat ibadah agar sesuai protokol kesehatan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua MUI Kota Mojokerto, KH Rofi Ismail mengatakan, pembagian zona wilayah tidak terkait dengan jumlah pasien Covid-19 dalam wilayah tersebut, tetapi berdasarkan kemampuan wilayah tersebut dalam penanganan Covid-19. “Tekait dengan adanya sertifikat aman Covid-19, kami tidak keberatan jika ada masjid di dalam suatu wilayah yang kurang terkendali penanganan Covid-19 tidak diberikan surat keterangan aman dari gugus tugas,” tegasnya.

Hingga saat ini, selain ikhtiar lahir untuk terus menekan jumlah pasien Covid-19 di Kota Mojokerto, Ning Ita bersama khafidz Kota Mojokerto juga melakukan khataman Al-Quran di mushola rumah rakyat yang diniati khusus agar Kota Mojokerto terbebas dari pandemi Covid-19. [tin/adv]





Apa Reaksi Anda?

Komentar