Politik Pemerintahan

Gusdurian Sumenep Tutup Kafe, ‘Sulap’ Jadi Posko Relawan Covid-19

Sumenep (beritajatim.com) – ‘Hidup ini memang sebuah pilihan’. Ungkapan itu rasanya pas untuk menggambarkan keputusan Faiqul Khair Al-Kudus (Faiq), owner Tabularasa, sebuah kafe di Jl. Dr Cipto Sumenep.

Ia memilih menutup kafe dan menanggalkan bisnisnya, demi urusan kemanusian. Ia ‘sulap’ tempat usahanya menjadi posko relawan Covid-19. Sebuah pilihan yang tidak mudah kalau menggunakan barometer bisnis. Apalagi, sejak kafe nya beroperasi, nyaris tidak pernah sepi dari pengunjung. Suasana kafenya yang nyaman dengan menu yang harganya bersahabat, cukup membuat anak-anak muda menjadi pengunjung tetap setiap hari. Itu berarti, pundi-pundi uang dari bisnis kafenya ini pun terus terisi.

Namun semuanya berubah. Kala pemerintah mengumumkan status pandemi Covid-19, naluri kemanusiaannya pun terketuk. Apalagi, Faiq yang juga Koordinator Gusdurian Peduli Sumenep ini masih mengingat betul pesan Gus Dur (almarhum KH Abdurrahman Wahid), agar peka dengan persoalan kemanusiaan dan tidak hanya mengurus bisnis dan politik.

“Kami ini santri dan harus ikut kiai. Kami memilih menanggalkan ego bisnis dan fokus ke aksi sosial kemanusiaan. Kami menghormati imbauan pemerintah,” kata Faiq, Jumat (29/05/2020).

Kafe Tabularasa ini pun tutup sejak 24 Maret 2020 dan berganti menjadi posko relawan Covid-19. Faiq pun harus ‘merumahkan’ 10 karyawannya, karena bisnisnya berhenti dan berganti menjadi gerakan sosial.

Namun sebagian karyawan Tabularasa memilih tetap bergabung dan ikut terlibat aktif dalam aksi kemanusiaan ala Gusdurian Peduli Sumenep. Mereka ikut turun ke lapangan untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga yang terdampak Covid-19. Selain karyawan, ada pula relawan yang bergabung dalam aksi kemanusian Gusdurian Peduli.

“Terima kasih banyak kepada kawan-kawan dan semua pihak yang Alhamdulillah mempercayakan bantuan kemanusiaan kepada kami untuk disalurkan kepada yang berhak menerima,” ujarmya.

Sumber Foto: https://santrigusdur.com

Ia menandaskan, pihaknya akan terus bergerak dalam aksi kemanusiaan ini. Dengan langkah nyata yang ia lakukan, ia seakan ingin memberikan contoh kepada pengusaha untuk mengikuti kebijakan pemerintah dalam kondisi pandemi Covid-19.

“Kami sebenarnya ingin memberikan contoh, termasuk kepada pemerintah daerah agar tegas. Kalau harus tutup, idealnya semuanya tutup. Sampai saat ini memang banyak kafe yang tetap beroperasi. Tapi kami tidak. Kami tutup demi kebijakan pemerintah. Kalau mau bahas soal uang, tidak akan ada habisnya,” ucapnya.

Selain sembako, Gusdurian Peduli juga menyalurkan bantuan berupa ribuan alat pelindung diri (APD) kepada tenaga medis di rumah sakit maupun puskesmas di Sumenep.

“Jadi yang kami salurkan tidak hanya paket sembako, tetapi juga APD. Yang jelas, kami akan tetap bergerak sebagai relawan hingga pemerintah mencabut status pandemi Covid-19. Selama belum dicabut, Insya Allah kami tetap akan bergerak,” janjinya. [tem/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar