Politik Pemerintahan

Gus Yani Dicurhati Jalan Desa di Gresik Rusak Parah

Gresik (beritajatim.com) – Bupati Gresik terpilih H Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) turun ke bawah sambil bersepeda santai, atau gowes keliling desa menyerap aspirasi warga. Di sela-sela gowes itu, Gus Yani juga mendengar keluh kesah warga terkait dengan permasalahan desa. Khususnya, jalan desa yang mengalami kerusakan parah.

Saat mengunjungi Desa Gredek, Kecamatan Duduksampeyan. Bupati Gresik termuda itu, punya gagasan mengkonektifitas infrastruktur alternatif antar kecamatan. Namun, dirinya merasa miris saat melihat langsung kondisi jalan poros desa yang rusak. Jalan berpaving itu rusak parah. Pavingnya tidak beraturan, berlubang dan digenangi air.

Di Desa Gredek, Gus Yani menyempatkan mampir ke tokoh-tokoh masyarakat serta ke bank sampah yang setiap bulan mampu menghasilkan Rp 9 juta.

Gowes Berdesa yang dilakukan Gus Yani, berakhir di tanggul telaga. Di tempat tersebut juga mendengarkan semua keluh kesah warga. Mulai pengelolaan sampah. Ada juga yang berkeluh kesah jalan rusak. Terlebih lagi, di Desa Sumari ada SMK Negeri. Sehingga, jadi jalur alternatif.

“Jalannya rusak parah Gus. Apalagi yang jalur Gedang Kulut di Cerme, parah sekali banyak lubang besar menganga,” ujar Kepala Desa Gredek, Bahrul Ghofar, Sabtu (12/02/2021).

Menanggapai hal ini, Gus Yani menyampaikan beberapa konsep Gresik Baru. Diantaranya konsep konektifitas antar kecamatan. Sebagai upaya menumbuhkan ekonomi lokal.

“Ada perbaikan dan penguatan infrastruktur jalan dan jembatan sebagai jalur alternatif. Seumpama menghubungkan Kecamatan Duduk, Benjeng dan Cerme,” ungkapnya.

Khusus insfrastruktur jalan dan jembatan, pihaknya punya harapan bisa dituntaskan secepat-cepatnya. Sehingga tidak ada lagi keluhan jalan kabupaten maupun jalan rusak.

“Saya melihat sendiri jalan poros Desa Sumari ke Gredek rusak parah,” paparnya.

Bila sudah terhubung beberapa kecamatan, lanjut Gus Yani, akan ada infrastruktur pendukung. Diantaranya, tempat pengolaan sampah (TPA) terpadu.

“Saya sudah komunikasi dengan pihak-pihak pengelola sampah modern. Selain untuk upaya zero sampah plastik, juga menyerap tenaga kerja lokal,” pungkasnya. (dny/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar