Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Gus Yahya Jadi Ketua Umum, Bupati Jember Dukung NU Tak Berpolitik Praktis

Hendy Siswanto [foto: Humas Pemkab Jember]

Jember (beritajatim.com) – Terpilihnya Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya menjadi Ketua Umum dan Miftachul Akhyar menjadi Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama 2021-2026 memunculkan harapan baru, agar organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di dunia itu kembali ke khittah.

Bupati Hendy Siswanto mengucapkan selamat kepada duet tersebut. “Mudah-mudahan NU semakin jaya, karena memang negeri ini berdiri, salah satunya karena adanya ormas NU yang sangat kuat dan betul-betul merakyat,” katanya, di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis (30/12/2021).

“Harapan saya, NU ini betul-betul organisasi keagamaan yang tidak berpolitik praktis dan kembali khittah 1926,” kata Hendy.


Khittah NU adalah landasan berfikir, bersikap dan bertindak warga Nahdlatul Ulama yang harus dicerminkan dalam tingkah laku perseorangan maupun organisasi serta dalam setiap proses pengambilan keputusan. Ide kembali ke khittah dicetuskan pertama kali oleh Kiai Zaini Mun’im, pendiri Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo.

“Harapan kami NU kembali seperti dulu. Dulu, waktu zaman orang tua saya masih hidup pada 1970-an, kalau ada pengajian, orang-orang dari gunung turun semua, bawa makanan, menghormati para kiai dan ulama. Kalau NU betul-betul tidak berpolitik, insya Allah akan jatuh ke hati rakyat yang paling dalam. Kembali ke zaman dulu,” kata Hendy.

“Indonesia merdeka karena betul-betul (salah satunya) kekuatan NU yang bergotong royong saling bantu dengan yang lain. NU tidak cuma mengaji saja, karena ke depan negeri ini semakin maju dan modern. Kasihan saudara-saudara kita di desa-desa tertinggal. Maka itu kita berharap NU kembali ke yang sebenarnya, memberdayakan masyarakat,” kata Hendy. [wir/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar