Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Gus Ubaid: Tangkap Pembuat Gaduh di Tengah Pandemi, Nusakambangan Masih Muat

Surabaya (beritajatim.com) – Tokoh muda NU, Ubaidillah Amin Mochamad (Gus Ubaid) mewakili rakyat kecil di daerah memohon kepada Presiden RI agar lebih tegas kepada mereka pembuat kegaduhan di tengah pandemi Covid-19.

“Ini bukan sekadar klaim, boleh dicek langsung ke bawah, khususnya di Jawa Timur. Sudahlah Pak Presiden, tangkap mereka, penjarakan mereka, rakyat butuh ketegasan bapak dan ketenangan, bukan kegaduhan di tengah pandemi ini. Biar jadi pelajaran bagi mereka yang lain, Nusakambangan masih muat pak kalau untuk 100 orang. Jumlah mereka yang selalu memprovokasi di media sosial saya lihat nggak sebanyak itu pak,” tegas Gus Ubaid kepada media, Sabtu (24/7/2021).

Gus Ubaid yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Annuriyah, Kaliwining Jember ini mengakui bahwa Presiden Jokowi adalah orang Jawa Tengah, yang sulit berbuat dengan cara kasar. “Ini bukan kasar pak, tapi ketegasan. Nanti kalau pandemi ini sudah bisa diatasi dan herd imunity terbentuk, kalau bapak tidak tega saya persilakan bapak keluarkan mereka dari penjara. Kasihan Nakes, Polri dan TNI yang bekerja di bawah, banyak korban dari mereka,” tukasnya.

Dirinya membaca dan mengkaji serta mentelaaah terkait gerakan beberapa oknum yang mengajak orang tidak takut Covid-19, dengan mengatakan tidak perlu pakai masker, tidak perlu takut untuk beramai-ramai ke masjid serta memprovokasi agar tidak mau divaksin, karena vaksin haram dan lain sebagainya, serta menyertakan dalil-dalil yang pas menurut nafsu mereka.

“Padahal, ini menunjukkan kebodohannya dalam beragama. Dan, itu merupakan agenda yang memang didesain supaya apa yang mereka kampanyekan bisa terus massif ke level kelompok masyarakat terkecil di daerah (RT). Akhirnya, pemerintah gagal membentuk herd immunity, dan itu yang mereka mau. Dengan Indonesia tidak dapat membentuk herd immunity, nanti negaran-negara internasional menganggap Indonesia negara gagal dalam mengatasi pandemi,” tuturnya.

“Nah, ini yang sebetulnya memang mereka cari. Ketika itu terjadi, mereka akan paksakan ambil kekuasaan yang dulu sempat mereka coba lakukan akan tetapi gagal dan terus gagal,” imbuhnya.

Gus Ubaid menilai mereka para oknum pembuat gaduh ini akan memanfaatkan momen-momen apapun di negara ini, termasuk mengorbankan rakyat banyak, karena kekuasaan yang mereka cari.

“Sebetulnya mudah kita melihat bagaimana oknum-oknum ini bekerja. Pertama, kita ambil contoh seorang Rizal Ramli. Dia selalu mengatakan dirinya lebih pintar daripada Bu Sri Mulyani. Saya mengajak flasback ke belakang, seorang Rizal Ramli pernah dijadikan Menko Maritim di awal pemerintahan Jokowi-JK. Sudah menjadi rahasia umum bahwa dia tidak bisa bekerja,” jelasnya.

“Saya rasa bukan rahasia umum dia tidak bisa kerja. Apakah dia sengaja mau menjatuhkan dan menggadaikan negara ini (yang sering dia ucapkan untuk Bu Sri Mulyani). Itu terkait kinerja, belum yang lain. Tapi tak elok pula kita menyoroti orang lain dari sisi negatif pribadinya,” pungkasnya. (tok/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar