Politik Pemerintahan

Gus Muwafiq Ajak Masyarakat Syukuri Nikmat Iman dan Indonesia

KH Ahmad Muwafiq saat mengisi ceramah dalam Istighasah Pimpinan Daerah Bersama Masyarakat dalam rangka Satu Tahun Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati setempat, di Lapangan Nagara Bhakti kompleks Mandhepa Agung Ronggosukowati, Jl Pamong Praja, Kamis (10/10/2019) malam.

Pamekasan (beritajatim.com) – KH Ahmad Muwafiq mengajak masyarakat agar selalu bersyukur atas berbagai karunia yang diberikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, dua nikmat besar yang dilimpahkan di antaranya berupa nikmat iman dan Indonesia.

Hal tersebut disampaikan saat mengisi ceramah dalam Istighasah Pimpinan Daerah Bersama Masyarakat dalam rangka Satu Tahun Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati setempat, di Lapangan Nagara Bhakti kompleks Mandhepa Agung Ronggosukowati, Jl Pamong Praja, Kamis (10/10/2019) malam.

Bahkan salah satu ulama Nahdlatul Ulama (NU) yang berdomisili di Sleman, Yogyakarta, juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk selalu mensyukuri nikmat besar berupa iman dan Indonesia. “Kita harus bersyukur atas dua nikmat besar yang telah diberikan, yakni iman dan Indonesia,” kata KH Ahmad Muwafiq.

Tidak hanya itu, pihaknya juga menyampaikan pentingnya menjalin persatuan dan kesatuan bangsa. Salah satunya dengan tidak terpengaruh dengan berbagai pandangan luar yang mengancam kedaulatan Negara Republik Indonesia (NKRI).

“Hari ini kita cukup belajar dari Syuriah, di negeri sana bukan tidak banyak orang orang yang beriman. Tetapi sampai saat ini masih konflik dan tidak kunjung usai, tentunya hal itu terjadi karena Syiria tidak punya pemersatu dan akhirnya negara lain mudah menghancurkannya,” ungkapnya.

Sosok kelahiran 2 Maret 1974 yang akrab disapa Gus Muwafiq juga mengajak seluruh masyarakat di Bumi Gerbang Salam untuk menghormati jasa para pahlawan. Termasuk jasa para ulama yang juga memiliki peran tidak kalah penting dalam memperjuangkan kemerdekaan.

“Perlu kita tahu, bendera kita (Indonesia) tetap merah putih, bahkan hal itu juga lahir dari darah dan nyawa para ulama dan para pejuang kemerdekaan. Lalu apakah kita cukup hanya sebagai melakukan penghotmatan dengan mengangkat tangan, oleh karena itu kita harus selalu menjaga dan merawat NKRI,” tegasnya.

Dari itu, Gus Muwafiq juga mengajak seluruh masyarakat Madura khususnya masyarakat Pamekasan, agar tetap guyup rukun menghadapi perbedaan dan tidak mudah terprovokasi. Terlebih Madura juga memiliki sejarah panjang yang memplopori pembentukan bangsa Mojopahit, salah satunya oleh Raja Sumenep Arya Wiraraja.

“Jadi jangan terprovokasi oleh kelompok yang selalu mengatakan bahwa bangsa Indonesia sedang miskin, sedang kacau, tidak aman dan jauh dari peradaban. Perlu diingat bahwa sekarang dunia telah mengakui bahwa Madura menjadi pusat peradaban. Lalu masihkah kita mau terprovokasi dan tercerai berai,” pungkasnya. [pin/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar