Politik Pemerintahan

Gus Muhdlor Temui Kaum Milenial di Tengah Kesibukan Persiapan Debat Publik III

Sidoarjo (beritajatim.com) – Di tengah kesibukan persiapan Debat Publik lll Pilkada Sidoarjo 2020, Cabup Nomor 2 H. Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) masih menyempatkan diri untuk berdialog atau ngobrol bareng kalangan milenial, dari unsur anak-anak muda dan juga para mahasiswa.

Banyak obrolan yang diperbincangkan. Di antaranya pengembangan di bidang sosial dan budaya, yaitu pemberdayaan pemuda dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya kualitas hidup.

Menurut Gus Muhdlor pemuda sekarang ini harus bisa menunjukkan jati dirinya secara baik. Sumber daya pemuda harus handal, karena para pemuda adalah generasi penerus bangsa ini.

“Saya yakin pemuda juga dibutuhkan pemikiran dan komitmennya untuk pembangunan masa depan. Tidak terkecuali untuk Sidoarjo kedepan,” kata Gus Muhdor dalam obrolan dengan para pemuda di cafe kawasan Jalan Lingkar Barat Sidoarjo, Selasa (1/11/2020).

Gus Muhdlor juga menyinggung bertepatan di Hari Aids Sedunia, pemuda harus menumbuhkan kesadarannya karena wabah HIV Aids semakin merebah.

Di Sidoarjo, dari hasil keterangan Ketua Komisi Penanggulangan Aids (KPA), dr. Atho’illah permasalahan epidemi HIV Aids di Sidoarjo setiap tahun meningkat, dari tahun 2001 sampai kini, total ada 3.777 kasus HIV Aids.

“Data mulai Januari sampai Agustus 2020 ada tambahan 261 kasus ODHA (orang dengan HIV Aids). Penularannya dengan cara bermacam-macam. Ini sungguh sangat memprihatinkan,” imbuh Gus Muhdlor.

Bahwa dekadensi moral yang terjadi pada kawula muda telah mencapai titik mengkhawatirkan. Terjadinya pelanggaran norma-norma sosial yang dilakukan oleh para muda-mudi merupakan masalah terpenting bangsa ini. Problematika moral seperti kasus miras, narkoba, dan pergaulan bebas.

“Dari dua juta pecandu narkoba, 90 persen adalah generasi muda. Karena itu, narkoba, miras dan pergaulan bebas menjadi ancaman serius bagi kelangsungan hidup bangsa. Dari dialog dan sosialisasi seperti ini, saya berkeinginan pemuda Sidoarjo sekarang dan nanti, tetap menjadi harapan masa depan yang baik,” tukas pasangan Cawabup H. Subandi dalam Pilkada Sidoarjo 9 Desember 2020 nanti.

Di depan para pemuda, Paslon yang diusung PKB dan didukung Partai NasDem dan PSI Sidoarjo ini juga memaparkan program-program untuk kaum milenial. Diantaranya pemberian 10.000 beasiswa kuliah untuk anak muda berprestasi dan atau kurang mampu di Sidoarjo.

Selain itu, ada juga program pembangunan Sidoarjo Youth Center sebagai wadah berekpresi dan menggali potensi kreatif anak-anak muda Sidoarjo.

“Sekarang dan selanjutnya, anak-anak muda Sidoarjo harus bangkit untuk menghadirkan kebaikan di berbagai bidang. Karenanya kami berkomitmen mendorong potensi anak muda Sidoarjo melalui berbagai program seperti beasiswa kuliah serta Sidaorjo Youth center,” jelas alumnus FISIP Unair Surabaya itu.

Direktur Pendidikan Pesantren Progresif Bumi Shalawat itu menjelaskan, untuk 10.000 beasiswa kuliah, akan ada 2 skema dalam penyalurannya. Skema pertama adalah dengan melakukan kerjasama resmi antara pemerintah daerah dengan lembaga pendidikan tinggi baik di Sidoarjo maupun diluar Sidoarjo.

Dengan kerjasama ini nantinya seluruh biaya kuliah dan biaya hidup mahasiswa penerima beasiswa ditanggung pemerintah daerah. “Dengan skema ini, semua aspek biaya perkuliahan akan ditanggung Pemkab Sidoarjo, mulai pendaftaran sampai penerimaan hingga perkuliahan berjalan sampai lulus,” terangnya.

Selain biaya perkuliahan, sambung Gus Muhdlor, penerima beasiswa nantinya juga bisa mendapat uang saku per bulan hingga lulus kuliah.

Skema kedua yang disiapkan adalah jalur prestasi dimana anak muda Sidoarjo yang berkuliah di berbagai perguruan tinggi baik di wilayah Sidoarjo maupun luar Sidoarjo.

Mahasiswa yang berprestasu itu bisa mendapatkan beasiswa meskipun kampusnya tidak menjalin kerjasama resmi dengan pemkab. Pada skema kedua ini dana kuliah diberikan secara total dalam satu masa kuliah.

Nantinya akan ada tim khusus yang mengkalkulasi kebutuhan biaya tiap penerima beasiswa yang bisa berbeda-beda jumlahnya.

“Pada skema kedua ini, mahasiswa yang ber-KTP Sidoarjo bisa mengajukan beasiswa. Jadi kampusnya bebas dipilih, bisa dimanapun, meski kampus tersebut tidak bekerja sama langsung dengan Pemkab Sidoarjo,” papar Gus Muhdlor.

Untuk menjaring mahasiswa yang sesuai kriteria penerima beasiswa, Gus Muhdlor siap melakukan langkah jemput bola melalui dinas terkait dan pemerintah desa yang akan diminta aktif mendata calon mahasiswa di wilayahnya yang berhak mendapatkan beasiswa.

Selain memberikan beasiswa, program lain adalah pembangunan Sidoarjo Youth Center, sebuah pusat pengembangan kreatifitas untuk anak-anak muda Sidoarjo.

Disini nantinya akan dibangun infrastruktur pendukung agar anak-anak muda kreatif bisa berkarya lebih baik seperti laboratorium film, animasi dan studio fotografi.

“Nanti juga akan ada bioskop mini, studio musik, pusat desain dan fashion, amphitheater untuk pertunjukan seni, dan sebagainya. Juga akan disediakan co-working space sebagai tempat talenta-talenta muda Sidoarjo bertemu dan berkarya bersama,” urainya menutup. [isa/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar