Politik Pemerintahan

Gus Muhdlor-Subandi Siapkan Program Atasi Permasalahan Petani Sidoarjo

Sidoarjo (beritajatim.com) – Sebanyak 17 Program Unggulan Paslon Nomor 2 H. Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) – H. Subandi, diantaranya mencakup bidang pertanian. Paslon Pilkada Sidoarjo 2020 dari PKB ini menyiapkan sejumlah upaya dan program untuk mengatasi masalah yang dialami para petani di Sidoarjo.

Kata Gus Muhdlor, saat ini wajib bagi pemerintah untuk hadir di tengah para petani. Salah satu alasannya, petani adalah penggerak bidang ketahanan pangan. “Pemerintah bisa hadir dengan memfasilitasi teknologi pertanian, misalnya traktor,” ucapnya saat berdialog dengan sejumlah petani di Desa Wonokarang Kecamatan Balongbendo, Rabu (21/10/2020).

Para petani yang hadir, mengeluh soal alat traktor yang selama ini dipakai dalam musim tanam padi, masih menyewa. “Ke depan, pemerintah harus responsif misalnya satu Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) satu traktor,” janji alumnus FISIP Unair ini.

Gus Muhdlor menambahkan, perhatian pemerintah daerah pada bidang pertanian di Sidoarjo menjadi sangat penting di tengah luasan lahan hijau pertanian yang semakin berkurang. Di mana saat ini luasannya sekitar 12 ribu hektare dan jika dieksekusi (akibat perubahan RTRW), bakal menjadi 7.000 hektare.

Selain fasilitasi teknologi pertanian, pihaknya akan mengawal petani dalam hal ketersediaan pupuk. Selain pupuk bersubsidi, ke depan, Gus Muhdlor akan mengajukan tambahan jatah pupuk untuk wilayah Sidoarjo, ke Kementerian Pertanian.

“Kami juga bakal berkoordinasi dengan pihak terkait, agar stok pupuk di kios-kios tetap terjaga sehingga bisa memenuhi kebutuhan para petani,” terang pria yang berpasangan dengan Cawabup H. Subandi itu dalam menanggapi petani yang mengeluhkan kelangkaan pupuk saat musim tanam padi.

Selain menyiapkan upaya-upaya tersebut, untuk mengembangkan pertanian, khususnya padi di tengah semakin sempitnya lahan pertanian, Gus Muhdlor menyatakan bakal menyiapkan program pelatihan untuk para petani di Sidoarjo. “Misalnya pelatihan soal pengetahuan kualitas tanah,” bebernya.

Tak hanya itu, untuk mengatasi anjloknya harga padi saat musim panen, selain meningkatkan komunikasi pemkab dengan Bulog, Gus Muhdlor punya gagasan agar hasil panen padi tidak dibeli murah oleh para tengkulak.

Yakni mendorong Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk memiliki usaha jual beli hasil pertanian, termasuk koperasi-koperasi di Sidoarjo. Sehingga Bumdes dan koperasi bisa membeli gabah hasil panen petani dengan yang wajar.

“Ke depan, petani perlu diberikan asuransi. Agar ketika gagal panen, bahasanya ‘tibo gak loro-loro (jatuh tapi tidak terlalu sakit),” terang putra KH Agoes Ali Masyhuri pendiri Pesantren Progresif Bumi Shalawat Lebo Sidoarjo itu.

Sementara itu, salah satu petani di Desa Wonokarang, Suntono, saat bertemu Gus Muhdlor, menyatakan berharap bantuan mesin perontok padi dari pemkab untuk petani di Desa Wonokarang. “Kami tidak punya mesin perontok. Kalau panen ya ngambil (sewa) dari desa lain,” aku Suntono.

Namun, sambung Suntono, harapan utama para petani seperti dirinya, ketersediaan pupuk menjadi sebuah kebutuhan utama. “Kalau Gus Muhdlor nanti jadi bupati, kami berharap ya bisa memenuhi kebutuhan pupuk untuk masyarakat petani,” harap Suntono diamini Gus Muhdlor dan lainnya. (isa/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar