Politik Pemerintahan

Gus Muhdlor-Subandi Senam Pagi Bersama Muslimat NU di Lapangan Bluru

Sidoarjo (beritajatim.com) – Cabup Sidoarjo 2020 dari PKB H. Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) menghadiri undangan senam pagi bersama pengurus Muslimat NU di Lapangan Desa Bluru, Sidoarjo, Jumat (13/11/2020).

Kegiatan senam bersama itu diikuti sekitar 40 orang. Meski di bawah terik matahari yang cukup panas, namun tak menyurutkan semangat para peserta untuk tetap mengikuti gerakan instruktur senam.

Menurut Cabup No 2 Gus Muhdlor dengan kegiatan senam bersama ini, selain untuk menjaga kesehatan tubuh, juga sebagai ajang silaturahmi dengan masyarakat. “Dengan olahraga, badan kita jadi sehat sekaligus bersilaturrahmi dengan masyarakat sehingga bisa lebih mengenal kami,” tambah pasangan Cawabup H. Subandi itu.

Sementara itu Hj. Khoirun Nisa’ dari Muslimat NU Sidoarjo mengaku, dengan kegiatan senam bersama ini, diharapkan dapat berdampak positif, seperti istilah tak kenal maka tak sayang. “Banyak warga yang menginginkan kedatangan Gus Muhdlor, makanya saya ajak ikut senam di sini,” tandasnya.

Masyarakat, lanjut dia, menginginkan adanya perubahan Sidoarjo bertambah semakin baik. Saat Gus Muhdlor memaparkan menyiapkan program Kartu Usaha Perempuan Mandiri (Kurma) dengan nilai bantuan Rp 5 juta sampai Rp 50 juta, mereka menyambutnya dengan baik.

Bahkan sampai ada yang teriak ‘Coblos Gus Mujdlor’, seperti kegirangan adanya program Sidoarjo MAS (Muhdlor Ali Subandi) dalam memberdayakan kaum wanita jika terpilih sebagai pemimpin Sidoarjo.

Banyak warga yang menyambut baik program pemberdayaan kalangan wanita itu. Karena dengan program itu, para ibu bisa mandiri dalam menekuni dunia usaha. “Itu bisa menjadi stimulus modal usaha mikro ibu-ibu rumah tangga (perempuan) agar tidak bergantung pada suaminya saja,” terang Nisa menirukan Gus Muhdlor.

Saat pemaparan diantara 17 program unggulan, jika terpilih sebagai bupati, Gus Muhdlor akan menggelontorkan Dana Operasional RT sebesar Rp 6 juta per tahun. Hal ini, lantaran selama ini dana operasional RT di Sidoarjo sangat minim yakni Rp 100.000 per bulan. “Tugas RT tergolong berat karena bersinggungan langsung dengan masyarakat,” papar Gus Muhdlor. (isa/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar