Politik Pemerintahan

Gus Muhdlor Sampaikan Program Peningkatan ADD dan Kesejahteraan Perades

Sidoarjo (beritajatim.com) – Cabup dan Cawabup Sidoarjo 2020 dari PKB, H. Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) – H. Subandi terus menyosialisasikan 17 program unggulan dalam membangun Sidoarjo kedepan.

Seperti yang disampaikan di depan masyarakat Candi. Gus Muhdlor menjelaskan diantara program yang akan dijalankan jika dipercaya menjadi pemimpin Sidoarjo bersama wakilnya H. Subandi, adalah meningkatkan ADD (alokasi dana desa) dan kesejahteraan perangkat desa (perades).

Latar belakang program ini adalah, jumlah alokasi ADD di Kabupaten Sidoarjo Rp 553.925.420,28 dan Optimalisasi ADD untuk dan pelayanan publik peningkatan pendapatan desa.

Rencana aksi yang dijalankan, tingkat insentif perangkat desa, sarana untuk peningkatan fasilitas dan pelayanan publik, pemberian bantuan modal BUMDes, peningkatan infrastruktur dalam rangka membangun akses ekonomi dan pengembangan produk unggulan desa yang disalurkan melalui BUMDes,

“Insentif perangkat desa akan kami tingkatkan. Dan untuk BUMDes juga akan diberikan modal supaya bertambah maju. Produk unggulan warga desa yang ada, juga bisa dijual atau lainnya melalui BUMDes yang ada. Bisa mungkin nanti apa yang dibutuhkan masyarakat desa, tersedia di BUMDes yang kelola secara bagus tersebut. Istilahnya dari desa, bisa untuk warga desa dan akan kembali ke desa warga,” papar alumnus Unair Surabaya itu.

Gus Muhdlor juga meminta dukungan dan doa kepada semua masyarakat yang ditemuinya dalam mengeratkan tali silaturrahim. Jika terpilih menjadi pemenang Pilkada Sidoarjo 2020, dasar ala santri inilah yang nantinya juga akan diterapkan dalam membangun Sidoarjo.

Sebagai santri tulen yang sejak kecil dibesarkan di lingkungan pesantren, Gus Muhdlor mengatakan dirinya akan membawa nilai-nilai mulia yang diajarkan di pesantren saat mempimpin Sidoarjo di masa depan

“Yang utama adalah pemerintahan yang bersih, serta pelaksanaan janji dan program yang sudah kami susun di masa kampanye ini. Karena bagi kami, sabagai santri, janji adalah hutang yang harus dibayar lunas. Karenanya semua program Insya Allah akan kami jalankan dengan maksimal,” tutur Direktur Pendidikan di Pesantren Progresif Bumi Shalawat Sidoarjo ini. [isa/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar