Politik Pemerintahan

Keliling Lintas Kecamatan

Gus Muhdlor Paparkan Skema Pemulihan Ekonomi di Sidoarjo

Sidoarjo (beritajatim.com) – Konsolidasi dan silaturrahmi terus dilakukan oleh Paslon Pilkada Sidoarjo 2020 dari PKB H. Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) – H. Subandi. Konsolidasi dengan internal DPC PKB, seluruh DPAC PKB yang ada di 18 kecamatan, termasuk silaturrahmi dengan berbagai elemen masyarakat.

Kata Gus Muhdlor, kurang 12 hari pencoblosan, konsolidasi dan silaturrahmi terus dilakukan. Agendanya keliling lintas kecamatan atau berkordinasi korcam (kordinator kecamatan). Baik itu dari unsur partai (DPAC red,), relawan, simpatisan dan elemen masyarakat lainnya. “Alhamdulillah, konsolidasi dan silaturrahmi terus berjalan dengan baik,” katanya, Jumat (27/11/2020).

Gus Muhdlor menambahkan, di tengah pandemi virus corona, penerapan protokol kesehatan terus ditekankan kepada masyarakat. Banyak keluhan masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi. “Mulai dari jualan sepi, dirumahkan dari pekerjaan dan lain sebagainya,” tukasnya.

Gus Muhdlor menjelaskan, jika nanti mendapat amanah sebagai pemimpin Sidoarjo, dirinya bersama H. Subandi, akan memprioritaskan beberapa program unggulan dalam membangun Sidoarjo kedepan. Terutama di tengah masa pandemi Covid-19, faktor pemulihan serta penguatan ekonomi harus menjadi prioritas.

“Hasil survei dan aspirasi masyarakat, semua prihatin dalam bidang ekonomi. Ekonomi masyarakat lesu dan belum ada jalan keluar yang baik dan pemerintah harus hadir dalam mengatasinya,” lanjutnya.

Dalam program unggulan Sidoarjo MAS (Muhdlor Ali Subandi), yang menjadi prioritas adalah menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya. Dalam program ini harus melibatkan 5 elemen. Yakni pemerintah, masyarakat, investor, media dan juga akademisi. “Dari sinergitas lima elemen penting itu akan tercipta pembangunan yang baik,” urai dia.

Penciptaan lapangan kerja, lanjut Gus Muhdlor, investor harus mendapatkan insentif berupa kemudahan perizinan sesuai aturan, keamanan dan lainnya. “Dari sini semua investor akan banyak yang menamkan investasinya di Sidoarjo. Terlebih Sidoarjo salah satu kota yang menarik bagi para investor guna mengembangkan bisnis atau tempat usaha,” jelasnya.

Upaya yang juga akan dilakukan, yakni bakal mengkolaborasikan sejumlah pihak swasta termasuk investor dan BUMN maupun BUMD di Sidoarjo agar mampu menyerap tenaga kerja lokal secara maksimal. “Kami (Gus Muhdlor – H. Subandi) memang fokus pada pemulihan sektor perekonomian. Kami berharap dengan pemulihan sektor perekonomian kerakyatan itu, Sidoarjo bisa bangkit,” harapnya.

Makanya, Sidoarjo MAS akan juga fokus menaikkan kelas 20.000 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan menyiapkan bantuan modal melalui program Kartu Usaha Perempuan Mandiri (Kurma), sekaligus pembukaan 100.000 lapangan kerja baru.

Bagi alumnus Unair Surabaya ini, untuk membuka lapangan kerja baru sebanyak itu, tidak hanya mengandalkan pembenahan dan pengembangan UMKM dan stimulus bantuan modal melalui program Kurma. Akan tetapi, pihaknya juga siap mengkolaborasi sejumlah pihak swasta termasuk investor maupun BUMN dan BUMD yang ada di Sidoarjo untuk bersama-sama menjadi penggerak pembangunan menuju Sidoarjo baru.

Selain itu, sinergi antara pemda dengan perusahaan serta BLK (Balai Latihan Kerja) harus terbangun. Termasuk koordinasi dengan Pemprov untuk Pembinaan Sekolah Vakasional (SMK/D3) yang sesuai dengan kebutuhan skill tenaga kerja.

Pembinaan Usaha Mikro yang berdampak pada penyerapan tenaga kerja baru harus dilakukan. Dan juga kebijakan kemudahan investasi daerah bagi perusahaan yang berkomitmen menyerap tenaga kerja lokal juga harus ada.

“Tentu semua harus dilibatkan dalam pembangunan untuk memperkuat realisasi dan targetnya. Kami yakin kolaborasi pihak swasta dan perusahaan milik pemerintahan bakal mampu menyerap banyak tenaga kerja. Terutama bagi investor yang menerapkan sistem padat karya,” papar Gus Muhdlor.

Tidak hanya itu, dalam pemulihan ekonomi Sidoarjo, tidak hanya digerakkan melalui program peningkatan UMKM, tetapi juga sistem padat karya dengan penyerapan 50 persen tenaga lokal. Semua itu juga ditunjang program lain yakni reformasi (penyederhanaan) sistem perizinan.

“Kami optimis, kalau semua berjalan dapat menguatkan perekonomian daerah (Sidoarjo red,). Bahkan bisa membuka lapangan kerja sebesar-besarnya. Karena suksesnya pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) maupun fisik sejak pandemi adalah penguatan sektor perekonomian kerakyatan. Yakni mewujudkan roda perekonomian berjalan dan tidak ada pengangguran,” tandas Direktur Pendidikan Pesantren Progresif Bumi Shalawat ini. [isa/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar