Politik Pemerintahan

Gus Muhdlor Blusukan Pasar Bluru, Begini Dialognya dengan Pedagang

Sidoarjo (beritajatim.com) – Cabup Sidoarjo 2020 dari PKB, H. Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) blusukan ke Pasar Bluru Kec. Sidoarjo, Kamis (12/11/2020).

Kegiatan menyapa masyarakat dengan tema grebek pasar yang dilakukan oleh paslon nomor 2 ini sudah menjadi bagian dari program visi – misi dalam membangun Sidoarjo kedepan.

Gus Muhdlor mengatakan, sebelumnya, kegiatan ‘Sobo Pasar’ atau kunjungan rutin ke pasar-pasar tradisional, sudah ia lakukan. Mulai mendengar aspirasi para pedagang dan juga kampanye pengurangan pemakaian kantong plastik.

“Melalui grebek pasar ini kita bisa langsung bertatap muka dengan para pedagang. Dengan kegiatan ini, juga langsung mengetahui kesulitan ekonomi yang dirasakan oleh para pedagang di Pandemi Covid-19 ini,” ucap Gus Muhdlor.

Alumnus Unair Surabaya itu menambahkan, jika diamanahi memimpin Sidoarjo, tentunya dirinya ingin terus berupaya memajukan pasar tradisional agar tetap bisa berkembang dengan lebih baik lagi ke depannya.

“Karena kita tahu kalau pasar di bawah naungan Disperindag Kab. Sidoarjo juga menjadi salah satu penunjang peningkatan PAD di Kabupaten Sidoarjo. Kedepan pasar tradisional akan lebih ditata keberadaannya agar lebih modern lagi,” tandasnya.

Disinggung soal mencegah atau antisipasi adanya kebakaran? Ia menegaskan, alat pemadam kebakaran atau sejenis alat pemadaman api ringan (Apar) harus disediakan lebih banyak yang di tempatkan di beberapa titik kantor UPT pasar dibawah pengawasan Disperindag Kab. Sidoarjo.

“Sekeliling pasar harus ada pos-pos jaga. Dan di dalam pos-pos itu juga disediakan alat pemadam yang cukup. Alat tersebut untuk langkah awal dalam menangani adanya titik api yang muncul. Sembari itu, jika ada musibah kebakaran, juga menghubungi petugas PMK,” urai Gus Muhdlor.

Masih kata Direktur Pendidikan Pesantren Progresif Bumi Shalawat itu, para pedagang sangat berharap di masa pandemi Covid-19 ini ada bantuan dari pemerintah dalam bentuk modal kerja yang bisa menyokong kelanjutan usahanya.

“Pastinya aspirasi dan keluhan seperti ini harus didengar dan direspon oleh pemerintah. Pemerintah harus selalu hadir si tengah masyarakat, pedagang dan persoalan lainnya,” tegas dia.

Mulyono, pedagang kue pukis mengaku sudah 5 tahun berjualan di pasar. Menurut dia, banyak para pedagang, butuh stimulus mengembalikan kondisi ekonominya saat pandemi Covid-19.

“Program stimulus untuk menunjang ekonomi yang difokuskan ke pedagang kecil di pasar, harus ada. Dalam program Sidoarjo MAS (Muhdlor Ali Subandi), program stimulus itu. Bantuan kisaran mulai Rp 5 juta sampai Rp 50 juta,” jawab Gus Muhdlor

Mendengar jawaban Gus Muhdlor, Mulyono menyatakan, Sidoarjo butuh sosok pemimpin yang dekat dengan rakyat. “Semoga Gus Muhdlor ketika terpilih masih sering sobo pasar. Jadikan pasar tradisional tempat yang nyaman, aman, dan teratur,” papar Mulyono berharap.

Gus Muhdlor juga menyinggung, saat ini sudah memasuki jaman teknologi tentu para pelaku UMKM terutamanya para pedagang harus ikut masuk ke era digital atau online.

Meski tidak bapak atau ibu yang berdagang, bisa meminta bantuan kepada anak-anaknya. Jangan diremehkan, anak-anak atau generasi sekarang, sudah pandai dalam mengoperasikan gadget. Tidak sedikit anak-anak sekarang, setiap hari atau dalam itungan jam, belanja secara online dan lainnya.

“Karena melalui online semua kemudahan akan segera dirasakan terutamanya dalam hal bertransaksi antara para penjual dan pembeli. Begitupula dalam hal pembayaran baik administrasi atau lainnya juga cepat akan terlayani dengan baik,” anjurnya. [isa/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar