Politik Pemerintahan

Pilkada Sidoarjo

Gus Muhdlor Beberkan Program Pemulihan Ekonomi

Sidoarjo (beritajatim.com) – Dampak pandemi Covid-19 sangat dirasakan masyarakat. Terutama sektor perekonomian, semisal pelaku UMKM. danya Covid-19 ini, banyak karyawan yang di rumahkan, lapangan kerja juga menyusut, karena daya saing usaha yang melemah.

Cabup Sidoarjo Nomor 2 H. Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) mengungkapkan bahwa pemerataan ekonomi adalah beberapa contoh tantangan berat yang dihadapi ke depan. “Maka perlu adanya langkah-langkah konkrit untuk membangkitkan kembali ekonomi warga Sidoarjo. Jangan sampai dampak mengakibatkan pelaku usaha terjebak ke rentenir,” ujarnya, Sabtu (24/10/2020).

Cabup yang diusung PKB itu menjelaskan, salah satu langkah yang disiapkannya adalah membangun pusat kewirausahaan di semua kecamatan yang ada di Sidoarjo. Selain untuk melahirkan banyak pengusaha muda baru, pusat kewirausahaan itu juga menjadi sarana untuk memastikan UMKM Sidoarjo bisa naik kelas.

UMKM selama ini jalan di tempat, tidak bisa naik kelas karena terhambat akses modal, teknologi, kemudian tidak punya jaringan ke industri besar. Apalagi dengan adanya pandemi. “Padahal, UMKM ini serapan lapangan kerja sampai 90 persen dari seluruh angkatan kerja,” urai dia.

Membangun kewirausahaan, sambung alumnus Fisip Unair Surabaya ini, akan melahirkan banyak pengusaha muda baru untuk memulihkan ekonomi pasca pandemi ke depan. “Pusat kewirausaaan akan memfasilitasi semua kebutuhan warga di kampung-kampung yang ingin berwirausaha. Mulai permodalan, perizinan, teknologi produksi, manajemen keuangan, sampai pemasaran,” jelas pria yang berpasangan dengan Cawabup H. Subandi itu.

Gus Muhdlor menambahkan, pusat kewirausahaan juga bakal menjadi lokasi pelatihan digital agar pemasaran UMKM Sidoarjo semakin meluas dan membesar. “Kita tautkan UMKM Sidoarjo dengan marketplace papan atas nasional, dan bahkan skala global seperti Alibaba. Kita bikin skema pemasaran yang berskala global untuk UMKM Sidoarjo, baik format business to business maupun langsung ke end user,” tandasnya.

Gus Muhdlor juga mengatakan pentingnya UMKM Sidoarjo untuk difasilitasi agar bisa berkolaborasi. Misalnya dengan klusterisasi UMKM yang menjadi bagian dari rantai pasok industri besar. Seperti UMKM di Korea yang mampu tumbuh besar, salah satunya dengan strategi co-branding alias brand bersama.

“Pusat kewirausahaan inilah yang bisa mewujudkannya karena mereka berdiri di setiap kecamatan dengan melihat industri di sekitar wilayah tersebut. UMKM setempat bisa menjadi bagian dari supply chain pabrik di sana,” jelas putra KH Agoes Ali Masyhuri pendiri Pesantren Progresif Bumi Shalawat Sidorajo itu.

Pusat kewirausahaan tersebut juga menjadi pusat literasi entrepreneurship yang memungkinkan warga setempat menjadi pengusaha. Para calon pengusaha distimulan dengan modal awal agar bisa langsung buka usaha. “Proses produksi dan marketing kita dampingi sampai tembus pasar nasional dan ekspor. Pelaku UMKM juga lebih mudah mengakses, tak perlu jauh-jauh ke kota, karena pusat kewirausahaan akan hadir di tiap kecamatan dan jemput bola ke kampung-kampung,” tukas Gus Muhdlor. [isa/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar