Politik Pemerintahan

Gus Mamak Soal Video Bupati Jember Diprotes Warga di Pondoknya

Madini Farouq biasa dipanggil Gus Mamak

Jember (beritajatim.com) – Madini Farouq, pengasuh Pondok Pesantren Riyadus Sholihin di Kabupaten Jember, Jawa Timur, menanggapi viralnya video pengurus rukun warga yang tengah memprotes Bupati Faida di media sosial, Sabtu (23/5/2020). Warga mempertanyakan bantuan sosial yang tidak tepat sasaran.

Video tersebut diambil di Pondok Pesantren Riyadus Solihin, Lingkungan Pattimura, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (23/5/2020) pagi. Saat itu, Bupati Faida tengah memberikan bantuan sembako dan uang untuk santri yang tidak pulang kampung.

Dalam video itu, Bupati tidak memperbolehkan pengurus rukun tetangga dan rukun warga mempersoalkan pendataan warga penerima bantuan sosial yang dilaksanakan pada 2011. “Kita semua akan menghadapi berbagai macam masalah. Dilarang ngomeli pekerjaan orang lain, apakah itu pekerjaan surveyor tahun 2011 atau…,” kata Faida dalam video tersebut.

Madini alias Gus Mamak menilai wajar, jika ada aparat pemerintah tingkat bawah menyampaikan persoalan di bawah ketika bertemu bupati. “Bahasa lain mereka sedang curhat atau laporan tentang kondisi di bawah. Lah kok terus ditanggapi seperti itu, ya menurut saya kurang etis. Sebagai seorang pemimpin mestinya ketika ada bawahan yang memberikan masukan, laporan, atau saran dan kritikan, harus siap,” katanya.

Gus Mamak mengingatkan, pemimpin adalah pelayan masyarakat. “Ketika masyarakat merasa ada hal-hal yang tidak benar atau perlu disampaikan kepada pimpinannya, sebagai pemimpin harus terbuka. Pemimpin sebuah kaum adalah pelayan masyarakat itu sendiri,” katanya.

Ketua Dinas Komunikasi dan Informatika Jember Gatot Triyono tidak berkomentar soal video itu. “Saya belum tahu,” katanya.  [wir/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar