Politik Pemerintahan

Gus Mamak: PPP Anak Tertua NU

Jember (beritajatim.com) – Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan Kabupaten Jember Madini Farouq mengucapkan selamat atas terpilihnya kepengurusan cabang NU setempat untuk periode 2019-2024.

Gus Mamak, sapaan akrabnya, berharap satu hal kepada pengurus NU Jember. Dia meminta pengurus baru NU Jember agar tak mengedepankan hubungan dengan PKB saja.

“Secara organisatoris, NU telah kembali ke Khittah 1926 pada muktamar di Situbondo pada 1984 dan dipertegas melalui muktamar di Boyolali pada 2004 bahwa NU menjaga jarak yang sama dengan semua partai politik. Ini karena NU bukan merupakan bagian dari partai politik yang ada,” kata Gus Mamak, dalam pesan WhatsApp dari Mekkah, Arab Saudi, kepada beritajatim.com, Senin (29/7/2019).

“Akan tetapi secara historis, tidak bisa dipungkiri bahwa NU pernah melahirkan PPP pada 1973 dan membidani kelahiran PKB pada tahun 1999,” kata Gus Mamak.

Dengan kata lain, PKB bukan anak tunggal NU, sehingga tidak boleh ada dominasi dan klaim sepihak. “Karena PPP juga merupakan anak pertama dari Nahdlatul Ulama sebelum ada PKB,” kata Gus Mamak.

Gus Mamak menyambut baik hasil Konferensi Cabang NU Jember kemarin. Para pemilik suara telah memilih KH Muhyiddin Abdussomad sebagai rois syuriah dan KH Abdullah Syamsul Arifin sebagai ketua tanfidziyah periode 2019-2024.

“Hasil ini insya Allah merupakan hasil yang terbaik karena sudah melalui proses pemilihan yang sesuai dengan aturan yang ada di dalam Nahdlatul Ulama, yaitu memadukan antara sistem Ahlul halli Wal aqdi atau Ahwa pada pemilihan rois syuriah dan sistem one man one vote pada pemilihan ketua tanfidziyah,” kata Gus Mamak. (wir/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar