Politik Pemerintahan

Gus Hans Takziah ke Keluarga Petugas Linmas

Surabaya (beritajatim.com) – Direktur Rudama (Rumah Dana Ummat) Zahrul Azhar As’ad atau Gus Hans takziah ke keluarga anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal usai tugas saat pemilu 17 April.

Kedatangan Gus Hans ini disambut keluarga almarhum. Yakni, istri dan anak dari alm Suryanto (41). Sperti diketahui Suryanto merupakan petugas Linmas TPS 30 Kelurahan Sidosermo Kecamatan Wonocolo, Surabaya. Kepada keluarga, Gus Hans menyampaikan duka cita yang mendalam.

Gus Hans yang juga Wakil Ketua ISNU (Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama) Jatim ini mengatakan bahwa keluarga petugas KPPS yang meninggal butuh empati. “Mereka itu butuh empati, bukan autopsi,” ujar Gus Hans usai takziah.

Dia mengungkapkan, mereka pasti akan sedih jika kematian orang orang yang ia cintai justru dikapitalisasi untuk bahan saling membenci dan ujung-ujung nya mendelegitimasi demokrasi.

“Basik pendidikan saya bidang ilmu politik yang menyadari betapa pertarungan politik terkadang tak lagi mempedulikan nilai-nilai. Tetapi ngono yo ngono ning ojo ngono. Ada yang jauh lebih penting dari sekedar kekuasaan yaitu nilai kemanusiaan,” ujar Gus Hans berpesan.

Disinggung soal sistem pemilu, Gus Hans mengatakan bahwa sebaiknya ke depan Pemilu legislatif (pileg) dan Pilpres dipisah. Hal itu untuk mengurangi beban kerja petugas. “Masukan saya ke depan seperti itu. Ada pemisahan lagi pileg dan pilpres,” ujarnya. [suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar