Politik Pemerintahan

Gus Hans Ingatkan Potensi Hilangnya Suara Santri di Pemilu

Jombang (beritajatim.com) – Salah satu pengasuh PPDU (Pondok Pesantren Darul Ulum) Rejoso, Peterongan, Jombang, Zahrul Azhar Asumta atau Gus Hans ikut angkat suara terkait potensi ribuan santri golput dalam pemilu dan pilpres 2019. Hal itu menyusul masih minimnya santri yang mengurus dokumen pindah memilih atau form A-5.

Menurut Gus Hans, sudah selayaknya KPU pro-aktif dalam permasalahan tersebut, sehingga hak santri untuk menyalurkan suara dalam pesta demokrasi lima tahunan tidak hangus. “Untuk di lingkungan PPDU, kami sudah mengingatkan pengurus asrama agar memberitahu santri luar daerah yang mencoblos di Jombang, segera mengurus form A-5,” kata Gus Hans, Rabu (27/2/2019).

Wakil Ketua Pengurus Wilayah ISNU (Ikatan Sarjana Nadlatul Ulama) Jawa Timur ini menambahkan, di PPDU terdapat 12 ribu santri. Dari jumlah itu, sebanyal 9 ribu yang tinggal di pesantren. Setelah dipetakan, terdapat 3 ribu santri yang memiliki hak pilih.

“Sebagai pengasuh, kami akan memberikan izin jika mereka pulang kampung untuk mencoblos. Namun bila para santri tidak pulang kampung, maka secara otomatis harus mengurus form A-5 atau pindah memilih. Jika tidak dua-duanya, berarti ada 3 ribu suara yang berpotensi hilang,” ujarnya.

Padahal, lanjut Gus Hans, di Jombang terdapat banyak pesantren. Dengan begitu, potensi suara santri yang golput bisa mencapai belasan ribu. “Makanya, KPU sebagai penyelenggara pemilu harus pro-aktif dalam permasalahan ini,” katanya.

Putra dari KH As’ad Umar ini menambahkan, berdasarkan data yang ada di Kemenag, jumlah santri secara nasional mencapai 3 juta orang. Dari jumlah tersebut, terdapat 1,5 juta yang sudah memiliki hak pilih. “Jika hal itu dibiarkan, maka ada 1,5 juta suara yang akan terbuang percuma,” sambungnya. [suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar