Politik Pemerintahan

Gus Hans Beberkan Konsep Islam Nusantara

Gus Hans (berpeci) di acara Diskusi Publik yang digelar KOMPI

Surabaya (beritajatim.com) – Kiai karismatik muda, KH Zahrul Azhar atau Gus Hans, menjabarkan secara gamblang terkait konsep Islam Nusantara di acara diskusi publik yang digelar oleh Komunitas Milenial Peduli Indonesia (KOMPI) Surabaya pada hari Selasa (27/8/2019).

Menurut Gus Hans, Islam Nusantara sama sekali bukan mazhab baru. “Islam ala Nusantara. Islam yang ada di Nusantara. Seperti apa? Ya seperti yang selama ini kita lakukan. Misalnya, bersalaman dengan kiri-kanan setelah salat. Bukan itu (mazhab baru),” jelasnya.

“Salat di wilayah wahabi dan hanafi, tidak ada itu setelah salat salaman kanan kiri. Kalau di kita, Ini fungsinya agar mengenal sekeliling kita,” tambah Gus Hans.

Pentingnya memadukan hal itu dengan agama, menurut juru bicara Khofifah selama masa kampanye Pilgub Jatim 2018 itu, adalah untuk menumbuhkan kepedulian terhadap sekeliling setelah beribadah. “Value ini harus lebih dihayati bukan hanya jadi ritual saja agar bisa lebih mengenal sekeliling kita, lebih peduli pula pada lingkungan,” ujarnya.

“Agama adalah value bersama bukan hanya simbol dan lambang saja. Kalau hanya terpacu pada itu (simbol dan lambang), bisa malah pemicu konflik gara-gara beda lambang. Berbeda adalah takdir. Jangan berpikir menyamakan semuanya,” tegas Gus Hans.

Sebagai informasi, Gus Hans merupakan salah satu nama yang menurut KOMPI layak untuk maju di Pilwali Surabaya. Di daftar itu pula terdapat beberapa nama tokoh besar Surabaya lainnya. Diantaranya adalah Fandi Utomo, Dhimas Anugrah, Eri Cahyadi, Hendro Gunawan, Lia Istifhama, dan Whisnu Sakti Buana. [ifw/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar