Politik Pemerintahan

Gus Fawait: Amalkan Pancasila Bentuk Kecintaan ke Nabi Muhammad SAW

Surabaya (beritajatim.com) – Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jatim, Muhammad Fawait mengajak masyarakat untuk mengamalkan Pancasila sebagai bentuk cinta terhadap Nabi Muhammad SAW.

“Bahwa di dalam butir-butir sila Pancasila banyak sekali mirip dengan ayat-ayat di Alquran. Maka dari itu saya mengajak warga Jatim, khususnya sekarang saya di Jember untuk mengamalkan Pancasila sebagai bentuk mencintai nabi,” kata Gus Fawait dalam sambutannya di perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW oleh Laskar Sholawat Nusantara (LSN).

Gus Fawait menyatakan, setiap sila Pancasila selaras dengan ajaran-ajaran Nabi Muhammad SAW yang ditujukan kepada umat Islam. “Jadi, Baginda Nabi membawa ajaran yang baik, antara sesama manusia, juga manusia ke hewan. Bahwa, salah satu bukti kita cinta Nabi mengamalkan Pancasila. Pasti banyak orang bertanya, kita amati Pancasila sila pertama adalah ketuhanan yang maha esa. Itu selaras dengan ajaran tauhid dan itu tergambar dalam Firman Allah dalam Al Ikhlas,” ujarnya.

“Sila pertama selaras dengan ajaran tauhid. Sila lain sesuai juga, di sila kedua kemanusiaan yang adil dan beradab. Kita melihat banyak Pancasila yang selaras dengan ayat di Alquran,” sambungnya.

Presiden Laskar Sholawat Nusantara (LSN) ini mengajak umat muslim untuk terus mengamalkan ajaran-ajaran Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Lebih lanjut, Gus Fawait yang juga legislator juga akan selalu memperjuangkan aspirasi warga Jatim untuk mewujudkan keadilan. Di mana memperjuangkan kebaikan, keadilan sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW.

“Karena ajaran Baginda Nabi luar biasa manfaatnya. Kalau kita istiqomah menerapkannya insya allah hidup kita tentram. Maka dalam momen Maulid Nabi Muhammad ini saya mengajak semua warga untuk mencintai dan menerapkan ajaran Rasulullah,” terangnya.

“Kita juga melihat bagaimana masyarakat merayakan Maulid Nabi di pelosok kebun, hutan bahkan sebagai bentuk cinta ke Baginda Nabi. Hari ini saya merayakannya dengan emak-emak,” pungkasnya. (tok/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar