Politik Pemerintahan

Kausul Lima Parpol di Bojonegoro

Gugatan Dugaan Temuan Kecurangan Pemilu Belum Jelas

Bojonegoro (beritajatim.com) – Kausul lima parpol di Kabupaten Bojonegoro yang menemukan dugaan pelanggaran Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 belum jelas. Sebelumnya indikasi adanya temuan penggelembungan suara yang dilakukan oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) akan dilaporkan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Dugaan kecurangan yang dilakukan PKB yakni, ketidaklaziman perolehan suara coblos partai di tiga daerah pemilihan (Dapil), dan temuan indikasi penggunaan surat suara yang tidak terpakai dicoblos PKB dengan menggunakan C1 yang tidak hadir dalam pemungutan suara.

“Tunggu besok (Apakah akan dilanjut ke MK atau tidak),” ujar Juru Bicara Kausul lima Parpol di Bojonegoro, Anam Warsito, Jumat (24/5/2019).

Sekadar diketahui, proses pendaftaran gugatan sengketa perselisihan hasil pemilu (PHPU) 2019 sudah mulai dibuka pada 21 Mei hingga hari terakhir permohonan pengajuan perkara pada 24 Mei 2019. Sebelumnya, Kausul lima parpol tersebut mengaku sudah mengantongi beberapa bukti yang valid guna melengkapi pelaporan.

Temuan pelanggaran itu sedikitnya diduga ada tiga Dapil yang perolehan suara PKB tidak lazim, sebab semua caleg dalam kontestasi Pileg juga mengkampanyekan untuk mencoblos nama calon. Tiga dapil itu, Dapil 1 dengan perolehan suara sebanyak 3.810 suara, Dapil 4 dengan perolehan suara sebanyak 7.078 suara dan di Dapil 5 perolehan suara PKB sebanyak 6.354 suara.

Sedangkan temuan pelanggaran dari penghitungan suara dari TPS ke DAA1 (Perhitungan Desa) berada di Desa Bareng, Kecamatan Ngasem. Saksi dari Partai Demokrat menemukan indikasi kecurangan menggunakan C1 yang tidak hadir untuk dipakai mencoblos PKB dari surat suara yang tidak terpakai.

Sekadar diketahui, Kausul yang dibuat oleh lima parpol di Bojonegoro untuk melaporkan indikasi temuan kecurangan PKB itu disepakati oleh, Ketua DPC Nasdem, Alham M Ubay, Wakil Sekretaris DPC PPP, Imam Mualim, Wakil Ketua DPC Gerindra, Anam Warsito, Ketua KPP Demokrat, Muhammad Hanafi dan Bapilu DPD Golkar, Supriyanto. [lus/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar