Politik Pemerintahan

Gudang Bulog Bangkalan Disidak Dewan, Temukan Beras Kecil dan Hancur

Sidak Komisi D DPRD Bangkalan ke Gudang Bulog

Bangkalan (beritajatim.com) – Beras bantuan dari Pemerintahan pusat untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Bangkalan, diduga tidak sesuai dengan anggaran yang disediakan. Pasalnya kualitas beras jelek, ukuran kecil, dan banyak yang patah.

Ketua Komisi D DPRD Bangkalan, Nur Hasan mengatakan, pihaknya telah meninjau langsung beras yang didistribusikan kepada KPM. Hasilnya sangat mengecewakan dari sisi kualitas.

“Untuk sample pertama itu berasnya kecil dan banyak yang hancur, namun sample kedua lumayan. Tapi dengan harga Rp 10 ribu lebih, kami menilai bisa mendapatkan yang lebih premium lagi,” jelasnya, Rabu (14/10/2020).

Ia berharap, dengan anggaran yang ada pihak Bulog sebagai penyedia bisa meningkatkan kualitasnya. Iajuga mengimbau pada PT DNR sebagai transporter atau penyalur agar menyalurkan beras tepat sasaran.

“Kalau sampai ada temuan atau laporan tentang penyaluran tidak sesuai, kami akan meminta rekomendasi agar penyalur diganti,” imbuhnya.

Diketahui, penyaluran beras tahap satu dan dua kepada 67.676 KPM sudah mencapai 64 persen. Setiap KPM menerima beras sebanyak 30 kilogram. Sebab penyaluran dilakukan double dalam sekali waktu.

Sementara itu, Kepala Gudang Bulog Bangkalan, Hayu Budiawan enggan berkomentar. Ia mengaku harus mendapat izin dari Bulog Pamekasan. “Maaf untuk wawancara harus izin dulu ke Pamekasan,” tandasnya. [sar/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar