Politik Pemerintahan

Gubernur Sebut Fauzi Indisipliner Berat, Sekda Jember Belum Temukan Cukup Bukti

Kepala Bappeda Jember Achmad Imam Fauzi (kiri) saat diperiksa Inspektorat Jatim Helmy Perdana Putera (istimewa)

Jember (beritajatim.com) – Sekretaris Daerah Kabupaten Jember Mirfano tak langsung melaksanakan surat Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, soal penjatuhan sanksi untuk Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Jember Achmad Imam Fauzi.

Dalam surat bernomor 739/1977/060/2020 dan tertanggal 19 Oktober 2020 itu, Gubernur Khofifah memerintahkan Pelaksana Tugas Bupati Abdul Muqiet Arief, agar segera menjatuhkan hukuman disiplin tingkat berat kepada Fauzi berupa penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama tiga tahun.

Menurut surat tersebut, Fauzi telah melakukan indisipliner berupa pemberian pernyataan bahwa ‘keterlambatan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah kabupaten dan kota seluruh Jatim karena kelalaian gubernur.

Pernyataan ini dinilai dapat mempengaruhi kewibawaan atau kehormatan gubernur dan Pemprov Jatim, dan dilontarkan dalam rapat dengar pendapat di ruang Komisi C DPRD Jember, Senin (5/10/2020).

Pemerintah Kabupaten Jember sudah mendapat surat gubernur itu. Namun bukannya langsung menjatuhkan sanksi, Mirfano memilih untuk memanggil para pejabat yang hadir dalam rapat dengar pendapat di Komisi C tersebut. “Saya sebagai atasan langsung wajib memeriksa yang bersangkutan. Kecuali kalau dugaannya itu sanksinya adalah sanksi berat,” katanya.

“Saya minta keterangan kepada mereka tentang apa yang terjadi. Saya sudah pernah memanggil Pak Fauzi sebagai atasan langsung. Hasilnya sampai saat ini, saya belum menemukan mens rea atau niat jahatnya terkait dengan apa yang dituduhkan,” kata Mirfano, Selasa (17/11/2020).

Mirfano belum menemukan cukup bukti. Dia masih akan memanggil Fauzi lagi. “Hasilnya akan saya laporkan kepada Bapak Plt Bupati dan kepada gubernur,” katanya. [wir/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar