Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Gubernur Khofifah Lakukan Penyerahan Berbagai Bantuan untuk Warga Ponorogo

Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat menyerahkan bantuan di Pendopo Pemkab Ponorogo (foto/Istimewa)

Ponorogo (beritajatim.com) – Gubernur Provinsi Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa kembali melakukan kunjungan kerja ke Ponorogo.  Disambut oleh hujan deras, Bu Gubernur tiba di Pendopo Pemkab Ponorogo pada Minggu (19/12) malam.

Agenda di bumi reyog, Khofifah Indar Parawansa menyerahkan berbagai bantuan dan meninjau lokasi pembangunan jembatan yang ambrol di Desa Grogol Kecamatan Sawoo. Dalam kejadian ambrolnya jembatan itu menyebabkan dua pekerjanya tewas tertimbun material yang ambrol. Namun, peninjauan jembatan itu akhirnya dibatalkan, mengingat cuaca malam itu yang hujan deras.

“Saya berharap meninjau lapangan (lokasi jembatan ambrol-red), namun tidak memungkinkan cuacanya. Akhirnya keluarga ahli waris diundang ke Pendopo untuk mendapatkan santunan,” kata Gubernur Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Bertempat di Pendopo Pemkab Ponorogo, Khofifah menyerahkan berbagai bantuan, yang pertama ialah alat pengolahan sampah berbasis teknologi refuse derived fuel (RDF) senilai Rp 200 juta. Khofifah sengaja memberikan bantuan tersebut, karena sebelumnya melihat proses pengolahan sampah di Ponorogo. Dimana pengolahan sampah disini, bisa terolah 30 persen dari keseluruhan total sampah harian.

“Sampah harian di Ponorogo itu 90 ton dan yang bisa diolah 30 ton. Pengolahannya menghasilkan briket dengan mesin yang sangat sederhana, makanya kita dukung supaya bisa lebih maksimal,” ungkapnya.

Kemudian Gubernur juga ikut urun dana untuk program semenisasi yang digagas oleh Pemkab Ponorogo. Program semenisasi timbul karena keresahan bupati Sugiri Sancoko dan wakil bupati Lisdyarita terkait banyaknya lantai rumah warga di Ponorogo yang masih tanah, belum disemen. Menurut data yang diterima Gubernur, ada sekitar 21 ribu rumah di Ponorogo yang belum bersemen lantainya.

“Coba saya ikut urun. Uang senilai Rp 100 juta akan cukup berapa rumah, saya rasa dari tim teknis pemkab yang akan menghitungnya. Sebab semenisasi ini juga tidak sama, ada rumah yang luas, atau yang sedang. Sehingga kebutuhannya juga berbeda,” ungkap perempuan yang pernah menjadi menteri di era Presiden Gus Dur tersebut.

Kemudian ada bantuan modal usaha dari Basnaz per orangnya senilai Rp 500 ribu. Dalam kesempatan itu, warga Ponorogo yang mendapatkan bantuan tersebut sebanyak 125 orang. Dengan bantuan itu, tentu nantinya akan menguatkan permodalan bagi pelaku usaha kecil dan menengah di Ponorogo. Khofifah menyebut sinergi antara Pemprov Jatim dengan Baznas Jatim mudah-mudahan bisa meneteskan kesejahteraan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Hari ini yang terkonfirmasi mendapatkan bantuan modal usaha ada 125 orang. Jumlah tersebut nantinya ada kemungkinan bertambah jika ada pengajuan kembali,” ungkapnya.

Terakhir, Gubernur Khofifah memberikan bantuan kepada korban bencana longsor di Ponorogo. Utamanya santunan kematian untuk ahli waris dua pelerja yang tertimbun jembatan yang ambrol. Ambrolnya jembatan juga dimungkinkan intensitas hujan yang tinggi, sehingga dimungkinkan pula untuk mendapatkan santuan dari BPBD Jatim.

“Santunan kematiam ini masing-masing Rp 10 juta untuk ahli warisnya,” pungkasnya. (end/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar