Politik Pemerintahan

Gubernur Khofifah Evaluasi PSBB Jilid II di Gresik

Gresik (beritajatim.com)- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut Kabupaten Gresik termasuk yang bisa mengendalikan pandemi Covid-19 selama pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jilid II.

Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur itu datang ke kantor Pemkab Gresik saat melakukan evaluasi PSBB jilid II bersama Bupati Sambari Halim Radianto, dan jajaran forum pimpinan daerah (Forkopimda), Senin (18/05/2020).

Khofifah yang didampingi Ketua Satgas Covid-19 Jawa Timur Heru Tjahjono langsung menggelar pertemuan selama dua jam. “Saya dapat laporan dari Bupati Gresik meski ada kenaikan yang positif Covid-19. Namun, selama pelaksanaan PSBB pertama dan kedua mampu mengendalikan penyebaran virus corona,” ujarnya.

Ia menambahkan, untuk mengendalikan penyebaran Covid-19, dirinya menghimbau agar rapid test diperbanyak dan tracing diaktifkan terus. Langkah ini diambil supaya penyebaran Covid-19 cukup sampai bulan Mei saja.

“Kalau bisa testing seperti rapid test diperbanyak atau dipercepat. Termasuk tracing-nya digalakkan secara masif, dan treatmen-nya dilakukan dengan tepat,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Sambari Halim Radianto menyatakan selama pemberlakuan PSBB jilid II jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) 183 orang. Dari jumlah itu, lepas pengawasan 130 orang, dan masih dalam pengawasan 47 orang. Sedangkan yang meninggal 6 orang.

“Untuk yang terpapar positif Covid-19 ada 51 orang. Sembuh 12, sementara yang menjalani perawatan 32 orang dan yang meninggal 7 orang,” pungkasnya. [dny/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar