Politik Pemerintahan

Gubernur Khofifah Cek di Pintu Tol Ngawi, 1.170 Kendaraan Putar Balik

Ngawi (beritajatim.com) – Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa melakukan sidak ke Pos Check Point Pintu Tol Ngawi untuk melihat secara langsung kesiapan petugas menghalau pemudik dan memberikan semangat dalam melawan Covid-19.

Bersama Gubernur melakukan sidak adalah Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Widodo, Sekdaprov Heru Tjahjono dan Bupati Ngawi Budi ‘Kanang’ Sulistyono.

Selain itu, juga tampak Kepala Dinas PU Bina Marga Jatim Gatot Sulistyo Hadi, Kadishub Jatim Nyono, Kepala BPBD Jatim Suban, Kepala Bakesbangpol Jatim Jonathan Yudyanto dan Kasatpol PP Jatim Budi Santosa.

“Saat kita beribadah puasa di bulan Ramadan ini, kita tetap ikhtiar mencegah penyebaran Covid-19. Di check point Ngawi ini ada kartu untuk orang dengan risiko (ODR). Ada mereka yang risiko tinggi (PDP) atau risiko sedang. Di check point ini sudah menjalankan protokol kesehatan, ada tempat cuci tangan, thermo gun, hand sanitizer dan menerapkan physical distancing,” kata Gubernur Jatim, Khofifah kepada wartawan di lokasi.

Menurut gubernur, percepatan penyebaran virus corona ini luar biasa. “Jangan pernah anggap enteng, sepele atau remeh. Pastikan tinggal di rumah, kecuali urusan logistik, perekonomian, kesehatan, BBM dan lainnya. Boleh keluar rumah jika keperluan urgent asal pakai masker dan pyshical distancing. Semoga teman-teman tetap semangat kuat dan kita bisa memenangkan melawan Covid-19,” tuturnya.

Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan menambahkan bahwa ada sebanyak 1.170 kendaraan roda empat yang diminta putar balik di delapan titik check point di Jatim karena larangan mudik. Dari angka itu, ada sebanyak 550 kendaraan berasal dari titik check point Ngawi.

Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Widodo menjelaskan, ada tiga langkah untuk melawan Covid-19 ini. Yakni, disiplin, patuhi aturan Pergub dan Bupati/Walikota dan bekerja dengan ikhlas serta tidak setengah-setengah. “Insya Allah kita bisa melawan Covid-19 dengan cepat dan tegas,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, ada delapan titik pintu masuk Jawa Timur yang disekat untuk mencegah gelombang arus mudik dari daerah Jabodetabek, zona merah penyebaran Covid-19, serta aglomerasi wilayah yang telah ditetapkan sebagai wilayah PSBB. Larangan mudik ini berlaku per 24 April 2020 hingga 31 Mei 2020.

Operasi yang dilakukan Pemprov Jatim bersama Polda Jatim dan Kodam V/Brawijaya ini dilaksanakan menyusul efektifnya larangan mudik per 24 April 2020.

Delapan titik yang disekat tersebut antara lain perbatasan Tuban, Bojonegoro-Cepu, Ngawi-Mantingan-Sragen jalur biasa, Ngawi-Mantingan-Sragen jalur tol, Magetan-Larangan, Ponorogo-Wonogiri, Pacitan-Wonogiri, dan Pelabuhan Ketapang-Banyuwangi. Check point lainnya juga dilakukan di Terminal Bus Kertonegoro, Ngawi dan Terminal Bus Kembang Putih, Tuban.

“Pengecekan dilakukan mulai dari dokumen perjalanan, penggunaan masker, physical distancing, dan pemeriksaan suhu tubuh,” pungkas Khofifah. (tok/ted) 





Apa Reaksi Anda?

Komentar