Politik Pemerintahan

Gubernur Khofifah Beber Catatan Banyuwangi, PR Bagi Bupati Ipuk

Banyuwangi (beritajatim.com) – Sejumlah data menjadi catatan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terkait perkembangan Kabupaten Banyuwangi. Dia menyampaikan sejumlah catatan Banyuwangi yang dinilai baik namun perlu adanya peningkatan.

Di antaranya mengenai, prevalensi stunting di Banyuwangi mencapai 24,46 persen. Angka ini di bawah rata-rata provinsi. “Tapi tetap harus diturunkan lagi.

Kemudian, kata Khofifah, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun ini Banyuwangi juga terpantau cukup baik. Meskipun angkanya ada penurunan jika dibanding 2019.

“IPM Banyuwangi saat ini diangka 70,62 persen. Ini harus terus ditingkatkan. Karena makin banyaknya ruang publik yang bisa berinteraksi dari antar kota, antar daerah provinsi dan antar negara. tentu kualitas SDM juga mempengaruhi,” katanya.

Khofifah menyoroti Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Banyuwangi terkendali. Berdasarkan data keduanya tidak masuk 10 besar.

“Tapi tetap AKI dan AKB ini harus di turunkan,” Jelasnya.

Gubernur Khofifah juga menyampaikan Perpres No 80 Tahun 2019 tentang Prioritas Percepatan Pembangunan Kawasan di Jawa Timur. Terdapat lima kawasan yang menjadi prioritas salah satunya adalah selingkar Ijen.

“Untuk 24 proyek nilainya sampai Rp 35 Triliun tapi sangat mungkin bisa berkembang. Ini mengenai pemanfaatan sumber daya air, dan suaka margasatwa. Karena sangat banyak proyek strategis nasional di Kabupaten Banyuwangi, kami minta ibu bupati dan wakil bupati bagaimana melakukan gerak conditioning bisa menyiapkan tim berkaitan dengan selingkar Ijen. Sehingga ini bisa menjadi catatan prioritas bagi Ibu Bupati dan Pak Wakil Bupati,” katanya.

Tidak kalah pentingnya lagi yaitu mengenai digitalisasi. Gubernur menyampaikan agar ini terus ditingkatkan dan dikembangkan.

“Format-format digitalisasi system harus terus dikembangkan. Karena trennya UMKM masyarakat makin banyak menggunakan online. Begitu juga wisatawan mungkin ke depan juga akan menggunakan cashless, sehingga perlu adanya penguatan,” katanya.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas menjawab pesan dari Gubernur Khofifah Indar Parawansa. Beberapa catatan tersebut telah masuk dalam program 100 hari ke depan.

“Terkait dengan IPM kita akan tingkatkan ya, kita akan pantau apakah di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi maupun pariwisata ini akan terjawab saat kami berkantor di desa,” katanya.

Begitu pula dengan proyek strategis nasional (PSN) di Banyuwangi. Ipuk menyebut, pihaknya akan terus berkomunikasi dengan pusat untuk melihat secara detail rencana pembangunan tersebut.

“Tentu ini tidak masuk dalam program kerja kita dalam 100 hari ya, ini kan proyek jangka panjang. Kita akan berkoordinasi dengan pusat, karena ini proyek nasional yang menggunakan anggaran nasional juga. Intinya kita siap mengawal itu,” tegasnya. (rin/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar