Politik Pemerintahan

Gubernur Jatim Pimpin Peringatan Puncak Haornas Ke-36 di Pamekasan

Pamekasan (beritajatim.com) – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memimpin puncak peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) Ke-36 yang digelar di Lapangan Nagara Bhakti Mandhepa Agung Ronggosukowati, Jl Pamong Praja, Pamekasan, Senin (16/9/2019).

Dalam kegiatan Haornas 2019 yang mengusung tema ‘Ayo Olahraga, Dimana Saja, Kapan Saja’, juga diisi dengan pemberian penghargaan kepada sejumlah olahragawan, pelatih maupun bupati yang mendukung penuh kegiatan olahraga.

“Olahraga menjadi penting agar masyarakat tidak hanya terpaku bahwa olahraga hanya dapat dilakukan dengan fasilitas olahraga yang tersedia. “Pembangunan di dalam olahraga adalah tidak hanya jasmani, tetapi juga rohani,” kata Khofifah Indar Parawansa.

“Dengan sehat rohani kita, berarti telah mendukung kebijakan Bapak Presiden tentang Revolusi Mental, serta SDM (Sumber Daya Manusia) Unggul Indonesia Maju,” sambung perempuan yang juga sempat menjabat sebagai Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia.

Dalam perhelatan Asian School Games, Indonesia tidak hanya sekedar sukses menjadi tuan rumah maupun memenuhi target sebagai juara umum. Tapi secara keseluruhan, Indonesia mampu melampau target dengan mengoleksi 43 emas, 34 perak dan 25 perunggu.

Termasuk juga pada perhelatan Asian Games dan Asian Paragames, Indonesia mendapat kado yang istimewa dari para atlet nasional. Masing-masing peringkat keempat pada ajang Asian Games 2018 dengan perolehan 98 medali yang terdiri dari 31 Emas, 24 Perak dan 43 Perunggu.

“Dan yang lebih membanggakan, atlet Disabilitas mampu mencatatkan sejarah baru menjadi peringkat kelima ajang Asian Paragames 2018 dengan perolehan 135 medali,” ungkap perempuan yang akrab disapa Bunda Khofifah.

Optimalisasi pembudayaan olahraga sesuai dengan Intruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), didukung dengan Peraturan Menpora RI Nomor 18 Tahun 2017 tentang Gerakan Ayo Olahraga.

“Mari kita sama-sama laksanakan gerakan olahraga secara masif dan meluas di semua lapisan masyarakat, tetap brsemangat mengajak semua lapisan masyarakat untuk melakukan olahraga secara rutin dan secara teratur. Baik pelajar, masyarakat, pekerja atau karyawan, dan semuanya, bahkan warga binaan yang ada di Lembaga Permasyarakatan,” jelasnya.

Selain itu, olahraga harus menjadi kebutuhan hidup dan menjadi gaya hidup. Sebab permasalahan terbesar saat ini yakni derajat kebugaran masyarakat Indonesia yang masih rendah.

“Dengan kesegaran jasmani yang bagus, dengan kesehatan yang bagus, terutama pelajar kita, maka memudahkan lahirnya bibit-bibit yang berpotensi menuju pentas nasional dan dunia di masa selanjutnya,” pungkasnya. [pin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar