Politik Pemerintahan

Groundbreaking Tanggul Kali Lamong Gresik Baru Dimulai

Gresik (beritajatim.com) – Groundbreaking (Peletakan batu pertama) pembangunan tanggul Kali Lamong yang terletak di Desa Jono, Kecamatan Cerme, Gresik baru dimulai. Keberadaan tanggul tersebut nantinya untuk mengendalikan banjir akibat meluapnya Kali Lamong.

Seperti diketahui, Desa Jono termasuk desa yang kerap kali menjadi langganan banjir saat Kali Lamong meluap. Desa tersebut terletak diujung dan berdekatan dengan tanggul yang jebol.

Terkait dengan groundbreaking ini, Bupati Sambari Halim Radianto menuturkan, tanggul yang dibangun itu untuk mengendalikan banjir Kali Lamong.

“Semoga bantuan pembangunan tanggul ini dapat memberikan manfaat mengurangi banjir di desa ini,” tuturnya, Selasa (26/08/2020).

Menurut Sambari, bantuan pembangunan ini sebagai awal pemanasan. Dirinya, berharap nantinya akan diikuti dengan bantuan pembangunan yang lebih besar.

Groundbreaking pembangunan ini, juga dihadiri Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail, Kapolres AKBP Arief Fitrianto, Ketua Bakorwil II Bojonegoro Dyah Wahyu Irmawati, perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWS) Isdianto serta jajaran Forpimda Gresik.

Sambari menyatakan bahwa sampai saat ini Pemkab Gresik telah menyelesaikan study Land Acquisition and Resettlement Action Plan (LARAP) tahap I. Dia berharap sampai akhir 2020 ini, studi larap telah selesai.

“Total Panjang Kali Lamong 103 kilometer yang melintasi wilayah Gresik 58 kilometer. Kali Lamong melintasi beberapa Wilayah Kecamatan di Gresik yaitu mulai dari Kecamatan Balongpanggang, Menganti, Kedamean, Benjeng, Cerme, hingga Kecamatan Kebomas,” ungkap Sambari.

Ia menambahkan, terkait dengan normalisasi Kali Lamong ini pihaknya telah mempersiapkan anggaran untuk pembebasan tanah sebesar Rp150 miliar. Dia berharap agar hasil study larap ini sesuai perkiraan yang sudah dibuat yaitu untuk pembebasan tanah sekitar 149 hektar.

“Saya berharap Bupati pengganti saya nanti dapat melaksanakan proyek normalisasi Kali Lamong tersebut. Kami sudah melaksanakan pembebasan tanahnya, pihak BBWS segera melaksanakan pekerjaan fisiknya. Segala tehnis pengerjaannya saya serahkan ke BBWS,” imbuhnya.

Sementara, Isdianto perwakilan dari BBWS menyatakan banyak terima kasih kepada Pemkab Gresik.

“Selama ini kami banyak dibantu. Beberapa bantuan yang telah dilaksanakan di Gresik yaitu pembangunan lumbung air di Desa Sukodono, Panceng Gresik,” ujarnya.

Selain lumbung air lanjut Isdianto, beberapa pembangunan lain yaitu, pembangunan Bendung Gerak Sembayat (BGS), dan studi revitalisasi Waduk Bunder.

“Kami berharap masyarakat mau bekerjasama membantu kami dengan merelakan tanahnya untuk diganti rugi yang sewajarnya,” tandasnya. (dny/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar