Politik Pemerintahan

Gresik Bakal Miliki Agrowisata, Kebun ‘Pak Inggih’ Namanya

Gresik (beritajatim.com) – Kabupaten Gresik bakal punya agrowisata kebun yang diberi nama ‘Pak Inggih’ yang berlokasi di Desa Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik. Agrowisata yang berdiri di lahan seluas 2,3 hektar tersebut, rencananya beroperasi penuh pada 2 Februari 2022. Saat peresmian, wisata agrowisata itu juga dihadiri Ketua DPRD Gresik, H.Fandi Akhmad Yani (Gus Yani).

Agrowisata Kebun Pak Inggih itu, nantinya ditanami 19 macam tanaman. Selain tanaman, wisata yang tidak jauh dari wisata setigi itu juga akan dibangun wahana peternakan, cottage, dan lain-lain.

Kepala Desa (Kades) Sekapuk, Abdul Halim mengatakan, konsep agrowisata yang dibangun ini lebih mengedepankan wahana edukasi. Dimana, pengunjung yang datang bisa merasakan bertani serta beternak di alam pedesaan.

“Alasan kami membangun agrowisata ini untuk memwadahi warga yang sudah tidak menambang lagi di bukit kapur. Sebab, sebelumnya Desa Sekapuk merupakan bukit kapur. Disamping itu, juga membantu petani yang lahannya dijadikan agrowisata,” katanya, Minggu (16/02/2020).

Abdul Halim menambahkan, pembangunan Agrowisata Kebun Pak Inggih ditaksir menelan anggaran sebesar Rp 2,3 miliar. Pasalnya, lahan seluas 2,3 hektar itu bakal ditanami 1.700 tanaman produktif.

“Saat beroperasi tahun depan. Wahana wisata ini dijadikan satu paket dengan wahana wisata setigi. Sebab, lokasinya tidak jauh. Jadi setelah mengunjungi setigi wisatawan bisa belajar edukasi di wahana Wisata Agrowisata Kebun Pak Inggih,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua DPRD H.Fandi Akhmad Yani atau Gus Yani yang hadir di peresmian menuturkan, ini merupakan terobosan baru Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Desa Sekapuk, yang mempunyai potensi alam dijadikan obyek wisata. “Ini sangat luar biasa apa yang dilakukan oleh Bumdes Sekapuk,” ujarnya.

Dirinya berharap setelah tahun depan beroperasi penuh. Ada perhatian dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Dimana, ada desa yang kreatif membangun tempat wisata dengan mengandalkan alam di sekitar lingkungannya. “Wahana wisata ini merupakan terobosan yang positif setelah sebelumnya ada wisata setigi yang mampu memperdayakan ekonomi masyarakat Desa Sekapuk,” pungkas Gus Yani. [dny/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar