Politik Pemerintahan

GP Ansor Pamekasan Ajak Pemkab Tolak RUU HIP

Pamekasan (beritajatim.com) – Pengurus Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Pamekasan, mengajak pemerintah kabupaten (pemkab) setempat, untuk bersama menolak Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila alias RUU HIP.

Ajakan tersebut dituangkan dalam sebuah surat pernyataan, dimana mereka bersama Ketua PCNU Pamekasan, KH Taufik Hasyim bersama sejumlah perwakilan dari Badan Otonom (Banom) di organisasi yang dipimpinnya, hadir langsung menemui Bupati Badrut Tamam dan Wakil Bupati Raja’e, di Mandhepa Agung Ronggosukowati, Jl Pamong Praja Nomor 1, Rabu (1/7/2020) malam.

“Pancasila merupakan kalimatun sawa’ yang disepakati sebagai dasar negara, Pancasila sebagai dasar dan falsafah bangsa sebagaimana termaktub dalam UUD 1945. Sehingga Indonesia tidak menjelma sebagai negara Islam, bukan pula sebagai negara sekuler, tetapi negara nasionalis religius,” kata Ketua PC GP Ansor Pamekasan, Syafiuddin.

Pihaknya menilai adanya RUU HIP melahirkan beragam tafsir, bahkan sebagian justru dapat ‘mengebiri’ Pancasila, baik dalam pembukaan maupun dalam batang tubuh Pancasila. Sehingga dikhawatirkan terjadi penyelewengan terhadap Pancasila itu sendiri.

“Pancasila adalah landasan hidup berbangsa dan bernegara, sebuah kesepakatan untuk mengatur tata kelola berbangsa dan bernegara. Dengan adanya RUU HIP ini, Pancasila dikhawatirkan akan menjadi alat penguasa untuk mengebiri kebhinnikaan maupun mengancam kedaulatan NKRI,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga menegaskan jika Pancasila merupakan konsensus bersama untuk mewujudkan kehidupan berbangsa dan bernegara yang sudah bersifat final. Sehingga tidak perlu adanya analisis tafsir atas nilai luhur Pancasila.

“Dari itu kami Pengurus Cabang GP Ansor Pamekasan, bersama Banom NU se Pamekasan, menyatakan menolak dengan tegas proses legislasi RUU HIP, meminta pimpinan DPR RI dan Ketua Baleg untuk mencabut, serta mengajak seluruh pemangku kebijakan di Pamekasan untuk bersama menolak rencana ini,” pungkasnya. [pin/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar