Politik Pemerintahan

Golkar Jatim Siap Dampingi Masyarakat Urus Sertifikasi Tanah Wakaf

Surabaya (beritajatim.com) – DPD Partai Golkar Jatim menggelar Lokakarya Virtual Sertifikasi Hak Atas Tanah Masjid di Kantor DPD Partai Golkar Jatim, Jumat (17/7/2020). Ini setelah Golkar Jatim mendapat amanah dari PWNU Jatim dan beberapa ormas Islam, bahwa ada problem tanah wakaf di Jatim.

Ketua DPD Partai Golkar Jatim, Sarmuji kepada wartawan usai lokakarya mengatakan, problem pertama adalah kadang-kadang masih ada ketidakpastian tanah wakaf di Jatim, terutama yang tidak ada sertifikatnya.

“Sudah ada ikrar wakaf, tapi belum ada sertifikatnya. Kedudukannya tidak tinggi. Tidak kuat. Kadang problemnya ada keturunan keberapa. Nanti begitu ada kesulitan ekonomi atau apa, tanah yang sebenarnya sudah diikrar wakafkan itu digugat oleh ahli warisnya. Itu problem yg terjadi selama ini,” ujarnya.

Selain itu lanjutnya, ada juga yang sangat lucu tanah masjid kemudian dipakai agunan kredit karena statusnya tidak jelas apakah itu tanah wakaf atau tidak, karena belum ada sertifikatnya. “Yang begitu itu mendorong kami untuk mengadakan acara ini supaya masyarakat tahu sebetulnya melakukan sertifikasi tanah wakaf itu tidak sulit. Golkar siap memfasilitasi dan mendampingi kalau masyarakat kesulitan mengurus sertifikasi tanah wakaf,” ujarnya.

Dari diskusi tadi, tambahnya, ada yang menarik, seperti yang disampaikan Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar. Ternyata selama ini ada kesulitan mengalih fungsikan tanah wakaf. Sementara tanah wakaf tidak bisa dialihfungsikan. Sesuai dengan ikrar pertama.

Karena itu, Kiai Marzuki menyampaikan sebaiknya ada bimbingan pada waktu ikrar wakaf bahwa wakafnya itu umum saja untuk kemaslahatan umat. Bukan sangat spesifik. Kalau spesifik seperti khusus untuk masjid.

“Maka ketika daerah itu butuh sekolah Islam tidak bisa dialihfungsikan. Begitu sebaliknya ini khusus sekolah Islam. Begitu waktu berjalan sudah ada sekolah Islam yg begitu canggih disitu, kemudian tidak bisa dialihfungsikan,” paparnya.

“Jadi, itu rekomendasinya Kiai Marzuki. Rekom sebaiknya ada bimbingan dari nadzir di ikrar wakaf. Sehingga, umum saja ada fleksibelitasnya. Yang penting untuk kemaslahatan umat,” tambahnya. [tok/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar