Politik Pemerintahan

GO: Pancasila Itu Sakti

Surabaya (beritajatim.com) – Pancasila dan NKRI harga mati. Semangat itu terus digaungkan oleh Generasi Optimis di tengah maraknya pihak tertentu yang ingin memaksakan ideologi dari luar, serta gesekan di tengah masyarakat yang terjadi akhir-akhir ini.

Salah satu bukti nyatanya, Generasi Optimis (GO) Indonesia mengadakan diskusi publik dengan tema “Menakar Ujian bagi Kesaktian Pancasila di Tahun 2019,” di bilangan Raden Saleh, Jakarta Pusat.

Tampil sebagai narasumber Frans Meroga (Wakil Ketua Umum GO Indonesia), Tigor Mulo Horas Sinaga (Sekretaris Jendral GO Indonesia), Bayu Winarko (Pakar Manajemen), serta Dhimas Anugrah yang merupakan pemerhati sosial dari Oxford Center for Religion and Public Life, Inggris.

Berbagai peristiwa yang terjadi belakangan ini di tanah air, mulai masalah Papua, unjuk rasa di Ibu Kota Jakarta, hingga penutupan rumah ibadah kelompok tertentu menjadi ujian bagi kesaktian Pancasila yang telah menjadi pemersatu bangsa Indonesia yang bineka.

Dhimas Anugrah mengatakan bahwa peristiwa akhir-akhir ini adalah ujian bagi kesaktian Pancasila yang telah menjadi pemersatu bangsa. “Saya percaya Pancasila itu sakti dan akan selamanya demikian. Pancasila itu sakti karena tak tergantikan oleh ideologi apapun yang coba masuk ke Indonesia,” katanya.

“Filsafat Pancasila paling cocok bagi corak bangsa Indonesia yang heterogen. Pancasila merupakan ideologi terbuka yang sanggup berselaras dengan dinamika kehidupan rakyat Indonesia yang bineka,” ujar Dhimas.

Filsafat Pancasila untuk bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, menurut Dhimas, memiliki makna bahwa setiap aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Selayaknya berdasar pada nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. “Pancasila adalah rumah kita bersama, tempat kita merasa aman, nyaman, dan bahagia,” kata Dhimas.

“Pancasila adalah rahmat Tuhan sendiri bagi bangsa kita. Bangsa kita takkan dapat bertahan tanpa Pancasila. Jangan ada yang coba-coba gantikan Pancasila dengan ideologi lain,” tegas sosok yang namanya masuk dalam bursa calon Wali Kota Surabaya itu.

Diskusi publik yang berlangsung menarik tersebut dimanfaatkan oleh GO Indonesia untuk mengajak segenap elemen bangsa agar berdoa supaya tanggal 1 Oktober yang merupakan Hari Kesaktian Pancasila menjadi titik balik kedamaian dan kemajuan bangsa Indonesia munuju kesejahteraan dan kemakmuran.

Pada saat yang sama Sekretaris Jendral GO Indonesia, Tigor Mulo Horas Sinaga, menegaskan bahwa Pancasila itu sakti. “Tidak ada yang sanggup menggoyahkannya. Bagi para pihak yang coba mengganggu Pancasila, mereka akan berhadapan dengan TNI-Polri dan segenap bangsa Indonesia,” ujarnya.

“Ujian-ujian bagi kesaktian Pancasila di 2019 itu berupa permainan isu SARA, persekusi terhadap kelompok tertentu, dan pihak yang benci Presiden Jokowi. Tetapi Pancasila akan teruji. Tahun 1965 Pancasila terbukti kesaktiannya, dan akan tetap sakti sampai selamanya,” pungkas Horas. [ifw/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar