Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Hadapi Tantangan Society 5.0

GMNI FISIP Unair Adakan Kaderisasi Tingkat Dasar

Surabaya (beritajatim.com) – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) FISIP Unair adakan Kaderisasi Tingkat Dasar di Trawas, Mojokerto, 26-28 November 2021.

Ketua Komisariat GMNI FISIP Unair Bagas Iman mengatakan kaderisasi bertujuan untuk membentuk calon kader yang mampu berpikir kritis untuk menghadapi tantangan society 5.0.

“Karakteristiknya sendiri sebenarnya dari GMNI FISIP Unair itu selalu menekankan berkaitan dengan kritis secara pemikiran lalu membentuk mental untuk berjuang sebagaimana marhaenisme itu sendiri,” kata Bagas di Trawas, Minggu (28/11/2021).

Kendati demikian dalam mengasah pemikiran kritis dari calon kader, tentu tidak hanya bisa mengandalkan proses kaderisasi ini saja. Pasalnya pembentukan pola pikir kritis itu sendiri juga harus diasah melalui kegiatan akademis yang diwadahi oleh komisariat maupun kegiatan diskusi lainnya.

Materi yang dibawakan ditujukan untuk calon kader diantaranya adalah Quo Vadis GmnI, Nasionalisme Masa Kini, dan Sarinah & Isu Gender.

Lalu ada Metode Berpikir Marhaenis, Analisis Sosial, Pengantar Berpikir Kritis, Kepemimpinan, dan diakhiri dengan Manajemen Aksi.

Masing-masing materi ini ditujukan untuk menciptakan sense of belonging yang ada didalam masing-masing calon kader makin kokoh dan kemudian saling memberi dampak masyarakat.

“Berbicara mengenai GMNI, tidak berbicara mengenai unsur SARA ataupun pemisahan melalui faktor tertentu, semuanya berada dibawah bendera GMNI,” tegas Mahasiswa Hubungan Internasional Unair tersebut.

Dalam agenda yang bertema “Ideologi Marhaenisme sebagai Jawaban Atas Tantangan dalam Mewujudkan Society 5.0” ini, gagasan yang inovatif dan adaptif dalam menyebarkan marhaenisme menjadi acuan.

“Suatu bentuk dimana manusia menjadi pusat dari yang menentukan arah gerak teknologi dan bukan malah dikuasai oleh Artificial Intelligent,” lanjutnya.

Bagas berharap pasca diadakan KTD, kader menjadi sosok yang tidak hanya menyandang status kader saja, melainkan memberi dampak bagi khalayak.

“Harapannya selalu pada bagaimana sebagai kader GMNI tidak hanya menjadi sesuatu hal yang seremonial karena menjadi kader ialah suatu privilege untuk mewadahi kepentingan umum dan bukan pribadi saja,” tandasnya. [asg/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Monstera Cafe, Tempat Kopi Hits di Puncak Kota Batu

APVI Tanggapi Soal Kenaikan Cukai Rokok Elektrik

Anoa Dataran Rendah Koleksi KBS Mati