Politik Pemerintahan

GMCM Siap Berikan Bantuan Hukum untuk Emak-emak Penyebar Pamflet Provokatif

Koordinator GMCM, Wiwiet Hariono saat pers rilis

Mojokerto (beritajatim.com) – Jelang pelaksanaan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto 2020, beberapa kegiatan yang dilakukan Gerakan Mojokerto Cerdas Memilih (GMCM) disabotase oleh orang tak dikenal. GMCM pun akan memberikan advokasi hukum kepada dua orang emak-emak yang diamankan di Polsek Gedeg pekan lalu.

“Survei yang kami lakukan semakin banyak pelanggaran yang tidak tersentuh, tidak ditertibkan dan sebagainya. Dari sisi masyarakat yang telah berkembang melalui diskusi, penyampaian pendapat di muka umum baik lisan dan tulisan ada beberapa kendala di lapangan,” ungkap Koordinator GMCM, Wiwiet Hariono, Senin (7/12/2020).

Masih kata Wiwiet, ada tekanan, intimidasi bahkan ada beberapa teman-teman penggerak demokrasi dilaporkan dan berbagai hal yang membuat kurang nyaman untuk melaksanakan perjuangan dari GMCM. Keprihatinan tersebut menyerukan kepada yang sadar, baik lembaga atau perorangan untuk meneruskan perjuangan GMCM.

“Siapapun itu, selama menyuarakan demokrasi, antikorupsi, kami siap bertanggungjawab segala perjuangan temen-teman terutama di Mojokerto. Kami akan melakukan advokasi secara hukum dalam kegiatan kampanye antikorupsi jika ada hambatan di lapangan, kami siapkan lembaga bantuan hukum,” katanya.

Wiwiet mencontohkan, diamankannya dua emak-emak di Desa Gembongan, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Jumat (4/12/2020). Jika ada permasalahan secara hukum, maka pihaknya akan memberikan bantuan hukum.

“Menanggapi teman-teman yang mendapat tekanan, kami akan mencari data dan melaporkan ke pihak berwenang demi tegaknya demokrasi dan perjuangan. Sehingga kami akan bertanggungjawab, memberikan advokasi hukum dan melakukan pelaporan jika ada pelanggaran,” ujarnya.

Pihaknya akan melakukan upaya advokasi hukum untuk dua orang emak-emak tersebut. Menurutnya, apa yang dilakukan emak-emak tersebut menurutnya bukan black campaign karena tidak menyebut salah satu nama pasangan calon (paslon) yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mojokerto.

“Selama tidak menyentuh nama paslon yang ditetapkan di KPU, itu bukan black campaign. Kita buktikan di ranah hukum di PN. Kami sudah komunikasi dan konsolidasi soal ini, LBH kami siap bantu secara hukum jika masuk dalam ranah hukum dan dalam kasus ini kepolisian sudah hadir melakukan perlindungan secara hukum,” urainya.

Terkait perusakan banner GMCM yang mengajak masyarakat cerdas memilih beberapa lalu, tegas Wiwiet, hingga kini belum dilaporkan. Namun, ada pesan di media sosial (medsos) yang diposting oleh salah satu akun di Facebook (FB) akan dilaporkan karena membuat kurang nyaman GMCM.

“Akun FB Zaenal Arif, membuat kurang nyaman teman-teman di GMCM. Ada kata-kata buron dan menyebutkan kita dari tim salah satu paslon. Untuk banner, dari sejumlah tempat hanya menyisakan di Kecamatan Trawas, Trowulan dan Sooko. Lainnya rusak. Kita setiap kecamatan ada koordinator, jumlah tergantung masing-masing koordinator,” terangnya.

Menurutnya, GMCM tidak masuk ke politik praktisnya tapi pesan moral untuk mengajak masyarakat di Kabupaten Mojokerto cerdas memilih. Karena tiga kepala daerah berujung di penjara. Karena itulah GMCM hadir karena keprihatinan tersebut. Juga berharap masyarakat tidak salah dalam memilih pemimpin untuk lima tahun ke depan.

Wiwiet menambahkan, GMCM tidak masuk dalam ranah Alat Peraga Kampanye (APK) tapi murni gerakan demokrasi dengan mengajak memilih yang baik. Mungkin, lanjut Wiwiet, ada mengajak jangan memilih koruptor, namun hal tersebut dinilai normatif karena merupakan seruan nasional.

“Justru yang seharusnya harus dipertanyakan adalah sekelompok orang yang menentang gerakan kami,” pungkasnya.

Sebelumnya, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Mojokerto menerima laporan warga terkait adanya pamflet provokatif Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Mojokerto. Pamflet provokatif tersebut disebar dua emak-emak di Desa Gembongan, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. [tin/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar