Politik Pemerintahan

Giri – Rita Daftar ke KPU Ponorogo Diantar Laskar Sandal Jepit

Bacabup dan bacawabup Sugiri-Lisdyarita diantar Laskar Sandal Jepit untuk daftar ke KPU Ponorogo. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Bakal calon bupati (bacabup) dan bakal calon wakil bupati (bacawabup) Sugiri Sancoko dan Lisdyarita mendaftar ke komisi pemilihan umum (KPU) Ponorogo. Dua pasangan ini diarak oleh kesenian jaran tek, gajah – gajahan dan reyog sebelum masuk ke kantor KPU Ponorogo yang beralamat di jalan Soekarno-Hatta No. 401 Ponorogo tersebut. Mereka bisa mendaftar ke KPU setelah di usung oleh empat partai, yakni PDI Perjuangan (4 kursi), PAN (3 kursi), PPP (1 kursi) dan Hanura (1 kursi).

“Alhamdulillah berkas sudah diterima dan dinyatakan komplit oleh KPU Ponorogo,” kata bacabup Sugiri Sancoko usai keluar dari kantor KPU Ponorogo, Jumat (4/9/2020).

Giri panggilan akrab Sugiri Sancoko merasa bersyukur atas pendaftarannya hari ini. Dia mengungkapkan sebenarnya dirinya dan Lisdyarita saat berangkat mendaftar ke KPU akan diantar oleh berbagai elemen masyarakat. Namun, setelah menerima maklumat dari Mendagri Tito Karnavian untuk tidak boleh membawa massa banyak, akhirnya sebagian yang ingin mengantar dibatalkan.

“Jika tidak dibatalkan, mungkin yang mengantar hari ini mungkin bisa dua kali lipat. Saya berterimakasih kepada masyarakat Ponorogo yang sudi mengantar kami hari ini,” katanya.

Salah satu elemen masyarakat yang mengantarkan Rilis (Giri-Lisdyarita) adalah laskar sandal jepit. Giri menyebut bahwa sandal jepit merupakan simbol wong cilik (rakyat kecil). Seperti dirinya yang juga berangkat karena dukungan yang besar dari wong cilik. Untuk target suara yang diperoleh Rilis, Giri mengaku tidak jumawa. Menurutnya yang penting menang dari sang petahana.

“Saya tidak jumawa, biarlah calone wong cilik iki menang dari petahana, itu saja,” ucapnya.

Sementara itu, ketua KPU Ponorogo menyebut sampai Jumat sore baru satu bakal pasangan calon yang mendaftar. Yakni atas nama Sugiri Sancoko dan Lisdyarita. Dia mengaku sudah memverifikasi datanya lengkap dan bisa diterima. Proses verifikasi memang membutuhkan cukup lama, sebab berkas dan datanya harus dimasukkan ke dalam aplikasi pencalonan (silon).

“Memang agak lama, karena memasukkan ke dalam sistem berkasnya. Kita masukan ke silon juga ada berkas yang discan dulu,” pungkasnya. [end/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar