Politik Pemerintahan

Gerindra Siap Legowo Jika Tak Dapat Kursi Cawabup Jember

Wakil Ketua DPRD Jember Ahmad Halim

Jember (beritajatim.com) – Partai Gerindra tak akan mencabut dukungan pencalonan bupati dari Djoko Susanto sekalipun nantinya tak mendapat jatah kursi calon wakil bupati. Namun Djoko diminta melakukan komunikasi politik yang baik dengan semua partai pendukung.

“Tidak mungkinlah. Secara administratif kalau partai politik sudah mengeluarkan itu, sebetulnya kan oleh partai politik, yang dilihat pertama adalah calon bupati. Ketika calon bupati dianggap pas menurut perhitungan partai, mereka kemudian membuat persyaratan tersendiri. Salah satunya menggandengkan dengan kader internal, meminta calon melakukan sosialisasi dan konsolidasi partai,” kata Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Jawa Timur Hadinuddin, Kamis (19/3/2020).

Djoko terpilih menjadi calon bupati berdasarkan surat keputusan PKB yang ditandatangani Ketua Umum Muhaimin Iskandar dan Sekretaris Jenderal M. Hasanuddin Wahid pada 21 Februari 2020 dan surat keputusan Partai Gerindra yang ditandatangani Ketua Umum Prabowo Subianto dan Sekretaris Jenderal Ahmad Muzani pada 26 Februari 2020.

Namun dua partai itu punya kandidat wakil bupati masing-masing. PKB ingin menduetkan Djoko dengan Ayub Junaidi, yang saat ini menjabat Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang PKB Jember dan Ketua Gerakan Pemuda Ansor Jember. Sementara Gerindra ingin Djoko berduet dengan Ahmad Halim, yang saat ini menjabat Wakil Ketua DPRD Jember.

“Bisa jadi jalan keluar terbaik seperti apa, karena partai melihat bukan hanya kepentingan internal, tapi juga kepentingan masyarakat Jember yang lebih luas. Kesepakatan utamanya di situ: harus ada sikap legowo, misal siapa dari partai yang diambil,” kata Hadinuddin.

Hadinuddin menegaskan, kunci penyelesaian dualisme calon wakil bupati ini ada pada Djoko Susanto sendiri. “Bagaimana mencari komposisi yang tepat yang bisa diterima PKB dan Gerindra, karena hanya boleh ada satu calon wakil bupati. Banyak kalangan menganggap ini sesuatu yang tidak lumrah. Sebetulnya ini dinamika yang baik bagi perumusan sebuah figur dalam pilkada. Dengan begitu orang akan tahu jalan keluar yang diputuskan Pak Djoko seperti apa. Ini akan jadi catatan menarik bagi orang untuk memberikan keberpihakan dan dukungan kepada beliau,” katanya. [wir/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar