Politik Pemerintahan

Gerindra: Posisi Cawabup Jember Bisa Dikomunikasikan

Jember (beritajatim.com) – Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra sudah merekomendasikan Djoko Susanto menjadi calon bupati dan Ahmad Halim menjadi calon wakil bupati yang diusung partai tersebut. Namun, posisi calon wakil bupati ternyata masih bisa berubah sesuai dinamika politik.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Gerindra Jember Moh. Satib meminta agar partai-partai melepaskan ego. “Gerindra tidak memaksakan diri kadernya menjadi calon nomor satu,” katanya, Selasa (5/5/2020).

Satib membenarkan bahwa Ahmad Halim sebagai kader Gerindra dipasangkan dengan Djoko. “Apa itu harga mati? Ketika saya ngomong (Ahmad Halim menjadi calon wakil bupati), itu harga mati. Tapi ketika saya ngomong dengan partai lain, ayo kita komunikasikan. Kembali lagi: ego pribadi dan partai harus kita lepas demi masyarakat Jember. Kalau ada yang lebih layak, kenapa tidak,” katanya.

Satib menilai penundaan jadwal tahapan pemilihan kepala daerah karena wabah Covid-19 memberikan peluang bagi Gerindra untuk melakukan sejumlah hal. Salah satunya memberikan ruang untuk membaca posisi Djoko Susanto di tengah masyarakat sebagai calon bupati yang direkomendasi partai itu.

“Betul tidak, calon dari Gerindra ini sesuai dengan harapan masyarakat. Ini harus kita sampaikan ke masyarakat, karena Gerindra membaca bahwa Pak Djoko adalah satu-satunya kandidat terbaik dari pilihan yang ada,” kata Satib.

Jajaran partai akan menyosialisasikan nama Djoko ke masyarakat. Satib mengatakan, popularitas dan elektabilitas Djoko tergantung pada kerja tim sukses dan partai untuk meyakinkan publik. Gerindra Jember sudah teruji dalam pemilihan umum, dari hanya memperoleh tiga kursi di DPRD pada 2009 menjadi sembilan kursi pada 2014, dan tujuh kursi pada 2019. “Namun pada 2019 kami memperoleh suara terbanyak di Jember,” kata Satib.

Satib menyebut setiap pemilu ada pelajaran bagi Gerindra. “Alhamdulillah, anggota DPRD dari Gerindra yang kami kawal sudah memberikan manfaat bagi masyarakat. Ini yang kami jadikan contoh kepada masyarakat:. Jadi tak hanya sekadar menyampaikan pepesan kosong,” katanya.

Kendati hanya memiliki tujuh kursi di DPRD Jember, Gerindra masih optimistis memberangkatkan Djoko karena berada dalam satu fraksi dengan Partai Berkarya dan Partai Perindo. Satu fraksi ini memiliki 10 kursi, cukup untuk memberangkatkan Djoko menjadi calon bupati jika berkoalisi. “Tapi kami tidak menutup terhadap partai-partai lain, karena dinamis. Apalagi rentang waktu jadwal pilkada cukup panjang,” kata Satib. [wir/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar